Penempatan penanaman modal sektor asuransi jiwa di tempat SBN capai Rp183 triliun

Finansial39 Dilihat

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

IDN Bisnis Kami senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dan juga melakukan penyesuaian penempatan penanaman modal dengan karakteristik kegiatan bisnis perusahaan

Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan penempatan pembangunan ekonomi bidang asuransi jiwa pada surat berharga negara (SBN) mencapai Rp183,23 triliun pada 2023.

"Nilainya meningkat signifikan, naik 28,2 persen dibandingkan dengan tahun 2022. Skor ini mencatatkan porsi pembangunan ekonomi pada SBN menjadi 33,9 persen yang mendominasi penempatan pembangunan ekonomi sektor asuransi jiwa secara keseluruhan," kata Kepala Departemen Pengembangan Usaha AAJI Rahmat Syukri ketika konferensi pers dalam Jakarta, Selasa.

Menurut Rahmat, peningkatan yang tersebut sangat signifikan pada penempatan dana pembangunan ekonomi dalam SBN menunjukkan adanya bentuk kepatuhan bidang asuransi jiwa terhadap aturan berlaku.

AAJI memandang instrumen SBN cocok dengan karakteristik kontrak jangka panjang asuransi jiwa. Pembaruan yang dimaksud turut menegaskan dukungan sektor asuransi jiwa pada pembangunan jangka panjang pemerintah.

Di sisi lain, lapangan usaha asuransi jiwa juga menempatkan dana pada instrumen deposito sebesar Rp40,05 triliun pada tahun 2023. Skor yang dimaksud mengalami penurunan sebesar 9,6 persen jikalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penempatan dana pada deposito berkontribusi 7,4 persen terhadap total investasi.

Selain SBN lalu deposito, instrumen pembangunan ekonomi di bentuk bangunan serta tanah mengalami peningkatan sebesar 11,2 persen, dengan partisipasi terhadap total penanaman modal sebesar 2,9 persen atau setara dengan Rp15,71 triliun. Kemudian, pembangunan ekonomi pada bentuk penyertaan secara langsung mengalami peningkatan sebesar 4,1 persen, dengan sumbangan sebesar 4,6 persen atau setara dengan Rp24,98 triliun.

Rahmat mengungkapkan bidang asuransi jiwa juga terlibat berkontribusi pada menjaga stabilitas sistem keuangan di lingkungan ekonomi modal Indonesia melalui penempatan pembangunan ekonomi pada bentuk saham, reksadana, dan juga sukuk korporasi dengan total sebesar Rp272,64 triliun atau 50,4 persen dari total kelola penanaman modal bidang asuransi jiwa.

Dia mengingatkan bahwa penempatan pembangunan ekonomi sektor asuransi jiwa telah lama diatur serta diawasi secara ketat oleh regulator. Oleh sebab itu, bidang berjanji untuk patuh kemudian taat terhadap aturan tersebut.

"Kami senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian juga melakukan penyesuaian penempatan pembangunan ekonomi dengan karakteristik perusahaan perusahaan," kata Rahmat.

Hasil penanaman modal sektor asuransi jiwa meningkat sebesar 46,2 persen, menjadi total Rp32,03 triliun dibandingkan 2022 yang sebesar Rp21,91 triliun. Sementara total aset sektor asuransi jiwa yang dimaksud dihimpun dari 56 perusahaan anggota AAJI hingga akhir 2023 meningkat 0,7 persen dengan perolehan nilai Rp614,61 triliun.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *