Penerimaan Bea Cukai Ambon pada 2023 capai Rp10,6 miliar

Finansial4 Dilihat

IDN Bisnis Kami sudah mengoleksi devisa negara yang dimaksud mana merupakan hasil kegiatan penerimaan kepabeanan juga cukai, ekspor maupun PDRI di area wilayah kerja Bea Cukai Ambon

Ambon – Kantor Pengawasan kemudian Pelayanan Bea serta Cukai (KPPBC) Ambon, Maluku, mencatatkan data realisasi penerimaan kepabeanan juga cukai sepanjang tahun 2023 mencapai Rp10,6 miliar.

Kepala KPPBC Ambon Teddy Laksmana di Ambon, Selasa, menyatakan, menjalankan peran dalam bidang fiskal, Bea Cukai Ambon berhasil mengakumulasi penerimaan kepabeanan lalu cukai sebesar Rp10,6 miliar atau meningkat 315,16 persen dari target yang mana telah dilakukan ditetapkan sebesar Rp3,81 miliar pada 2023.

Ia mengatakan, selain penerimaan dari sektor kepabenan serta cukai, KPPBC Ambon juga melakukan pemungutan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) sepanjang tahun 2023, yang dimaksud masuk ke penerimaan ditjen pajak pada tahun 2023, total PDRI sebesar Rp630,8 miliar. Sehingga total penerimaan negara yang mana berhasil dikumpulkan oleh Bea Cukai Ambon sebesar Rp641,4 miliar.

"Kami telah terjadi mengakumulasi devisa negara yang tersebut mana merupakan hasil kegiatan penerimaan kepabeanan dan juga cukai, ekspor maupun PDRI di tempat wilayah kerja Bea Cukai Ambon, " katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah lama mengeluarkan surat bukti penindakan (SBP) sebanyak 65 penindakan di area bidang Kepabeanan serta Cukai dan juga Narkotika, Psikotropika, dan juga Prekusor (NPP).

Penindakan yang disebutkan diantaranya merupakan 49 penindakan Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT), tujuh penindakan BKC Minimal Mengandung Etil Alkohol (MMEA), lima penindakan Sarana Pengangkut, serta empat penindakan NPP.

Dari penindakan yang disebutkan katanya, menghasilkan kembali Barang Hasil Penindakan (BHP) sebagian 42.200 batang rokok, 33.060 ML MMEA, 0,95 gram Methamphetamine, 257,3 gram Ganja, 2 gram Tembakau Gorilla.

Total perkiraan nilai barang sebesar Rp67, 9 juta, dengan prospek kerugian negara sebesar Rp32, 2 juta. "Serta menyelamatkan 10 jiwa dari penyalahgunaan narkotika serta menyelamatkan keuangan negara dari peluang biaya rehabilitasi sebesar Rp10, 3 juta, " katanya.

Seluruh kegiatan yang mana dilakukan, katanya, menunjukkan komitmen yang dimaksud kuat dari Kantor Wilayah DJBC Maluku juga Kantor Bea Cukai Ambon sama-sama aparat penegak hukum lalu penduduk Maluku kemudian pada memberantas peredaran barang kena cukai ilegal yang digunakan berbahaya bagi kemampuan fisik dan juga merugikan penerimaan negara.

"Melalui sinergi yang mana bagus ini akan semakin kuat dan juga berkesinambungan, melalui rangkaian kegiatan pemusnahan juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi kita semua agar semakin memahami pentingnya pemberantasan barang kena cukai ilegal bagi warga Indonesia, khususnya di tempat Maluku," ujarnya.

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *