Penerimaan cukai Sulsel per Mei 2024 mencapai Rp155,68 miliar

Finansial14 Dilihat

Penerimaan ini dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian Pajak Penghasilan Tembakau atau CHT.

Makassar – Direktorat Jenderal Bea serta Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mengumumkan penerimaan Bea kemudian Pajak Januari-Mei 2024 telah dilakukan mencapai Rp155,68 miliar atau 36,53 persen dari target Rp426,18 miliar.

Kepala Area Fasilitas Kepabeanan lalu Cukai, Kanwil DJBC Sulbagsel Nazwar, dalam Makassar, Jumat, menyatakan penerimaan ini dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian Pajak Penghasilan Tembakau atau CHT.

“Kalau dilihat dari nilai dan juga persentasenya cukup bagus. Tapi ini masih berjalan lalu penerimaan kami masih tercapai bahkan melebihi setiap tahunnya,” ujarnya.

Nazwar mengungkapkan realisasi penerimaan bea cukai dan juga pajak secara umum akan meningkat setelahnya memasuki pertengahan lalu puncak pada akhir tahun.

Dia menjelaskan, penerimaan bea serta pajak, selain lantaran penyesuaian CHT, juga lantaran kenaikan biaya serta jumlah komoditas ekspor terdiri dari Palm Kernel dan juga realisasi impor gula.

Ia menyebutkan realisasi penerimaan, Cukai mencapai Rp30,73 miliar atau sekitar 32,41 persen, Bea Masuk Rp115,62 miliar (43,69 persen), serta Bea Keluar Rp9,32 miliar atau sekitar 13,97 persen.

"Untuk target dari penerimaan cukai sebesar Rp94,82 miliar, bea masuk sebesar Rp264,64 miliar lalu bea mengundurkan diri dari sebesar Rp66,73 miliar. Secara persentase, belaka penerimaan bea meninggalkan yang mana masih berada ke nomor 13,97 persen kemudian lainnya cukup bagus," katanya.

Selain itu, Nazwar mengaku jikalau Bea Cukai berperan sebagai pengayom masyarakat, pajak juga berperan pada penerimaan serta peningkatan melalui pemberantasan rokok ilegal melalui operasi penindakan.

Dia mengatakan dominan penerimaan bea pergi dari hingga Mei 2024 ini berasal dari komoditas kakao, terdapat partisipasi komoditas palm kernel shell sebesar 18,67 persen.

"Penerimaan bea pergi dari terkoreksi 38,34 persen sebagai akibat dari lonjakan biaya ekspor kakao mencapai 104,9 persen yang digunakan menyebabkan turunnya permintaan. Di samping itu, kesulitan unsur mentah kakao akibat menyusutnya lahan," kata beliau lagi.

Artikel ini disadur dari Penerimaan cukai Sulsel per Mei 2024 mencapai Rp155,68 miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *