Signifikans Pasien Diabetes Cek Gula Darah Mandiri pada waktu Puasa Ramadan

Syariah33 Dilihat

IDN Bisnis Jakarta – Dokter Marina Epriliawati dari Rumah Sakit Fatmawati Ibukota Selatan menyatakan penting bagi penderita penyakit gula untuk mengecek gula darah secara mandiri ketika berpuasa lantaran pembaharuan pola hidup selama Ramadan dapat mempengaruhi gula darah.

“Sarannya diadakan mandiri sebab kalau ke rumah sakit cuma sekali sebulan, biasanya begitu. Tapi kalau dilaksanakan secara mandiri itu lebih banyak fleksibel waktunya serta bisa jadi tambahan sering, kemudian itu kita dapat mendapatkan pandangan keamanan pasien berpuasa,” ujar Marina pada bincang “Pentingnya Memantau Gula Darah selama Berpuasa” yang dimaksud disiarkan Kementerian Kesehatan, Rabu, 20 Maret 2024.

Menurutnya, lantaran pola hidup selama puasa Ramadan berubah, seperti jadwal makan dan juga kegiatan fisik, kadar gula darah juga berubah. Marina menjelaskan pada umumnya target gula darah pasien diabetes mellitus yaitu 80-130 sebelum makan juga pada bawah 180 pasca makan. Namun, target yang disebutkan dapat disesuaikan dokter sesuai kondisi pasien.

Pentingnya pencatatan
Dia menilai dengan melakukan pencatatan kadar gula darah yang disebutkan pasien dapat mengevaluasi serta menyesuaikan gaya hidup selama berpuasa, seperti makan, aktivitas fisik, juga obat-obatan yang dimaksud dikonsumsi. Apabila hanya sekali mengandalkan pengecekan di dalam rumah sakit, kadar gula darah dalam hari-hari selain hari pengecekan itu tidaklah tercatat. Apabila terdapat pengecekan serta pencatatan yang tersebut terstruktur oleh pasien diabetes, hal itu dapat membantu dokter mengevaluasi keadaannya demi menyesuaikan dosis pengobatan.

“Untuk pemeriksaan gula darah mandiri itu harus diadakan secara terstruktur, salah satunya adalah dengan mencatat,” ujarnya.

Hal-hal yang dapat dicatat sebagai tanggal, jam, aktivitas fisik, porsi makan dan juga jenis makanan, baik itu nasi, lauk, maupun makanan ringan. Sedangkan waktu yang digunakan direkomendasikan untuk pengecekan ada tujuh. Waktu-waktu yang disebutkan adalah sebelum sahur, dua jam pasca sahur, pukul 12.00, kemudian sore sekitar pukul 15.00-16.00, sebelum berbuka puasa, setelahnya berbuka puasa, juga ketika pasien merasa tidaknyaman. 

Dia menambahkan tidaklah semuanya perlu dijalankan juga pemeriksaan tergantung kondisi pasien sehingga perlu berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *