Pertamina: Satgas Rafi bertugas kendalikan energi selama Lebaran

Market6 Dilihat

IDN Bisnis Satgas Rafi bertugas meyakinkan distribusi energi bagi rakyat selama Ramadhan maupun Idul Fitri agar berjalan aman juga lancar…

Padang – PT Pertamina Patra Niaga Lokal Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan Satuan Tindakan Ramadhan kemudian Idul Fitri (Satgas Rafi) memiliki tugas khusus memantau,
 dan mengendalikan pasokan energi di area Tanah Air selama 25 Maret hingga 21 April 2024.

"Satgas Rafi bertugas menjamin distribusi energi bagi penduduk selama Ramadhan maupun Idul Fitri agar berjalan aman juga lancar termasuk di area Provinsi Sumatera Barat," kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Lokal Sumbagut Freddy Anwar di tempat Padang, Minggu.

Pertamina Patra Niaga juga berjanji untuk menjamin ketersediaan material bakar minyak atau BBM, kemudian Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk memenuhi keperluan publik selama bulan puasa maupun Idul Fitri 1445 Hijriah.

Freddy menyebutkan pada waktu ini 115 Terminal BBM, 30 Terminal LPG, juga 71 Avtur Fuel Terminal yang digunakan dikelola Pertamina Patra Niaga siap memenuhi permintaan rakyat yang dimaksud diperkirakan melonjak cukup drastis.

"Kami menjamin stok serta distribusi energi di area Sumatera Barat berjalan aman kemudian lancar," kata Freddy Anwar.

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Sales Sumatera Barat Narotama Aulia Fajri menyatakan pasokan energi dalam Ranah Minang tergolong besar, namun Pertamina menjamin masih dapat memenuhinya.

"Stok BBM juga LPG sangat aman. Ini adalah belum termasuk stok yang akan disalurkan dari kilang maupun stok yang mana sedang berjalan dari kapal tanker," kata Narotama.

Narotama memperkirakan konsumsi publik terkait item gasoline yang dimaksud meliputi pertalite, pertamax, pertamax turbo selama Ramadhan lalu libur Idul Fitri, meningkat 17 persen bila dibandingkan rata-rata harian normal.

Pertamina mencatat kenaikan itu dapat dilihat dari perbandingan konsumsi warga pada periode Januari-Februari 2024 sebesar 2.079 kiloliter (KL) menjadi 2.438 KL.

Sementara itu konsumsi barang gasoil yang terdiri dari biosolar, dexlite, pertamina dex diprediksi mengalami penurunan 14 persen bila dibandingkan rata-rata harian normal Januari-Februari 2024, atau 1.265 KL menjadi 1.086 KL.

"Penurunan konsumsi gasoil ini di tempat antaranya oleh sebab itu kegiatan transportasi logistik serta sektor turun," ujar dia.

Kemudian untuk konsumsi LPG pada Ranah Minang diperkirakan mengalami kenaikan sebesar tiga persen bila dibandingkan rata-rata harian normal Januari-Februari 2024, atau 472 MT menjadi 486 metrik ton.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *