Petugas Pemilihan Umum Meninggal Saat Bertugas, BPJS Ketenagakerjaan Sigap Bayarkan Manfaat

Bisnis64 Dilihat

IDN Bisnis JAKARTA – Indonesia baru hanya menyelesaikan proses pemungutan ucapan pada pemilihan umum (pemilu) presiden lalu anggota legislatif 2024. Di balik suksesnya perhelatan pesta demokrasi tersebut, terselip cerita duka, di dalam mana terdapat beberapa orang petugas yang digunakan gugur di dalam sedang melaksanakan tugas.

Hal yang dimaksud dialami oleh Sugiyono, manusia anggota Satuan Perlindungan Warga (Satlinmas) di area TPS 06 Kelurahan Ngegong, Madiun, Jawa Timur yang tersebut meninggal dunia ketika sedang beristirahat di tempat sela-sela proses penghitungan pendapat pada Rabu siang (14/2/2024).

Mendengar kabar tersebut, BPJS Ketenagakerjaan secara cepat berkoordinasi dengan pihak terkait lalu diketahui bahwa almarhum telah dilakukan terdaftar berpartisipasi sebagai peserta. Atas kejadian tersebut, BPJS Ketenagakerjaan dengan segera membayarkan faedah Keamanan Kecelakaan Kerja (JKK) senilai Rp127 jt serta beasiswa untuk dua orang anak sebesar Rp144 juta.

Petugas pemilihan Meninggal Saat Bertugas, BPJS Ketenagakerjaan Sigap Bayarkan Manfaat

BPJS Ketenagakerjaan berikanmanfaat Keamanan Kematian (JKM) sebesar Rp42 jt untuk ahli waris. (Foto: dokBPJS Ketenagakerjaan)

Tak hanya sekali itu, terdapat juga Ketua Grup Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di tempat Sukabumi, petugas KPPS di dalam Kota Pidie kemudian Pengawas pemilihan Desa (PPD) di dalam Klaten yang digunakan meninggal dunia jelang pemungutan pengumuman pada wilayahnya masing-masing. BPJS Ketenagakerjaan memverifikasi seluruh ahli waris sudah pernah mendapatkan kegunaan Garansi Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta.

Menurut data BPJS Ketenagakerjaan, secara keseluruhan dari 742 ribu petugas pemilihan umum yang mana telah dilakukan terdaftar sebagai partisipan aktif, 80 orang di dalam antaranya mengalami kecelakaan kerja, sedangkan 61 orang lainnya meninggal dunia dengan total khasiat yang mana telah terjadi dibayarkan sebesar Rp2,56 miliar. Angka ini dapat terus bertambah seiring dengan rangkaian proses pemilihan umum yang mana masih terus berjalan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo pada keterangannya untuk pers menyatakan duka yang mana mendalam menghadapi gugurnya para petugas pemilu. Pihaknya menekankan proteksi jaminan sosial merupakan hak konstitusi seluruh pekerja, termasuk bagi seluruh petugas yang digunakan terlibat di pemilu, lalu hal ini wajib dipenuhi oleh KPU maupun Bawaslu.

“Saya menghadapi nama manajemen BPJS Ketenagakerjaan turut berduka melawan meninggalnya para petugas. Hingga ketika ini setidaknya telah ada empat ahli waris petugas pilpres yang tersebut telah terjadi menerima faedah dari BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Dia juga mengatakan,BPJS Ketenagakerjaan menjadi pengingat bahwa risiko kecelakaan kerja dapat terjadi kapan dan juga di tempat mana saja.

“Tentunya ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa risiko kecelakaan kerja dan juga kematian dapat terjadi kapan kemudian pada mana saja. Presiden Joko Widodo melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 secara khusus memerintahkan seluruh Kepala Daerah untuk memberikan pemeliharaan jaminan sosial ini terhadap seluruh pekerja termasuk pelaksana Pemilu,” tutur Anggoro.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *