PGN optimalkan LNG untuk bantu sektor hadapi risiko geopolitik

Bisnis7 Dilihat

Ibukota – PT PGN Tbk melakukan inisiatif untuk mengoptimalkan komoditas gas alam cair (LNG) pada rangka membantu lapangan usaha dalam sedang terus menurunnya produksi gas bumi nasional, sekaligus menghadapi risiko geopolitik global ketika ini.

"Ada satu inisiatif yang pada waktu ini sedang PGN dorong yaitu melakukan penetrasi lingkungan ekonomi dengan LNG. Tentu, ini penting berubah jadi pertimbangan lapangan usaha apabila ada keinginan sektor yang tersebut tiada terpenuhi melalui gas pipa," ungkap Direktur Strategi & Pembangunan Bisnis PGN Rosa Permata Sari di keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, hal yang dimaksud sebagai bentuk antisipasi melawan tantangan penurunan produksi alami (natural decline) gas bumi serta sebagai bagian dari komitmen PGN sebagai penyedia energi untuk kekal membantu pemenuhan keinginan energi para pelanggan, khususnya sektor industri, sehingga diharapkan masih meningkat di dalam berada dalam dinamika yang digunakan berjalan pada waktu ini.

Selain itu, lanjut Rosa, juga sejalan dengan informasi dari Kementerian ESDM pada Maret 2024 yang tersebut mengumumkan bahwa cadangan gas bumi Indonesi lebih banyak sejumlah daripada minyak, namun produksi gas diperkirakan mengecil pada beberapa tahun mendatang disebabkan oleh penurunan alami sumur-sumur gas eksisting.

Dari kegiatan dengar pendapat yang tersebut dilaksanakan PGN, Rosa menganggap sejumlah pelaku lapangan usaha telah terjadi mengerti akan situasi ketika ini kemudian menyadari bahwa LNG selain miliki keunggulan dari sisi keamanan juga masih menawarkan biaya yang digunakan lebih tinggi kompetitif dibandingkan unsur bakar fosil lainnya, sehingga merupakan solusi yang tersebut tepat untuk memproduksi lapangan usaha kekal meningkat pada sedang natural decline serta tantangan geopolitik.

Di banyak negara, tambahnya, LNG telah dilakukan digunakan sebagai alternatif energi yang tersebut memainkan peran penting terhadap sektor lapangan usaha dan juga berdampak positif untuk negara.

Melalui pengelolaan kemudian optimalisasi yang mana tepat, LNG juga berubah menjadi sumber energi yang digunakan berkelanjutan lalu ramah lingkungan untuk menyokong menuju target net zero emission pada 2060.

Melihat signifikannya peran LNG, Rosa menjelaskan penting juga bagi Indonesi untuk mempunyai infrastruktur perdagangan LNG baik ekspor maupun impor.

"Antisipasi impor permanen diperlukan seandainya ketersediaan LNG domestik tak mencukupi kebutuhan," sebutnya.

Oleh oleh sebab itu itu, PGN juga bersiap dengan membentuk entitas tertentu yang mana akan menjalankan perdagangan LNG lintas negara.

"Kami juga penting mendirikan infrastruktur hub, yang tersebut direncanakan pada beberapa titik, salah satunya ada ke Lamong, Jawa Timur. Kemudian, juga ada di dalam Aceh, dalam Arun, serta ada di Bontang," ujar Rosa.

PGN juga mengingatkan bahwa penting untuk melakukan perencanaan juga menjalankan kebijakan energi yang tersebut relevan dengan situasi, sehingga turut merawat kekuatan perekonomian negara.

"Dengan status geopolitik yang digunakan berjalan hari ini, kemudian adanya beberapa kebijakan energi, maka kita perlu melakukan perencanaan yang tersebut baik melibatkan tidaklah semata-mata PGN, tapi juga regulator," katanya.

PGN pun telah dilakukan menyiapkan rencana jangka panjang untuk 5-10 tahun mendatang terkait rencana infrastruktur yang digunakan akan dibangun sebagai penguatan komitmen memenuhi permintaan energi terhadap pelanggan.

"Dengan demikian, kita harapkan logistic price atau biaya infrastruktur untuk menyediakan energi lebih banyak kompetitif itu akan tercapai," sebut Rosa.

 

Artikel ini disadur dari PGN optimalkan LNG untuk bantu industri hadapi risiko geopolitik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *