PP Tapera sebut iuran kontestan disetor paling lambat tanggal 10

Bisnis24 Dilihat

DKI Jakarta – Peraturan pemerintah (PP), yang tersebut mengatur tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), menyebutkan iuran partisipan disetorkan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya ke akun dana Tapera.

"Tabungan Perumahan Rakyat, yang tersebut selanjutnya disebut Tapera adalah penyimpanan yang tersebut diwujudkan oleh kontestan secara periodik di jangka waktu tertentu yang digunakan semata-mata dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan dan/atau dikembalikan berikut hasil pemupukannya setelahnya kepesertaan berakhir," sebut Pasal 1 ayat 1 PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat, yang mana disitir di dalam Jakarta, Selasa.

Berdasarkan ketentuan Pasal 20 ayat 2 PP Nomor 25 Tahun 2020, yang dimaksud tidaklah mengalami inovasi di PP Nomor 21 Tahun 2024, disebutkan bahwa pemberi kerja wajib menyetorkan simpanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 20 ayat 1 setiap bulan, paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya dari bulan simpanan yang mana bersangkutan ke tabungan dana Tapera.

Pasal 20 ayat 1 PP 25/2020, yang mana tiada mengalami perubahan dalam PP Nomor 21 Tahun 2024, menyebutkan pemberi kerja wajib membayar simpanan partisipan yang dimaksud bermetamorfosis menjadi kewajibannya dan juga memungut simpanan partisipan yang dimaksud berubah menjadi kewajiban pekerjanya yang dimaksud berubah menjadi peserta.

Adapun besaran simpanan partisipan ditetapkan sebesar tiga persen dari pendapatan atau upah untuk partisipan pekerja dan juga penghasilan untuk partisipan pekerja mandiri sebagaimana tercantum di ketentuan Pasal 15 ayat 1 PP 25/2020, yang tidaklah mengalami inovasi pada PP Nomor 21 Tahun 2024.

Kemudian, di ketentuan Pasal 15 ayat 2 PP Nomor 25 Tahun 2020 yang juga tidak ada mengalami inovasi pada PP Nomor 21 Tahun 2024, disebutkan bahwa besaran simpanan partisipan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 untuk kontestan pekerja ditanggung sama-sama oleh pemberi kerja sebesar 0,5 persen juga pekerja sebesar 2,5 persen.

Serta, besaran simpanan kontestan untuk partisipan pekerja mandiri ditanggung sendiri oleh pekerja mandiri sebagaimana ketentuan Pasal 15 ayat 3 PP 25/2020, yang dimaksud bukan mengalami pembaharuan di PP Nomor 21 Tahun 2024.

Besaran iuran partisipan pekerja Tapera dari BUMN, badan bisnis milik desa, hingga perusahaan swasta diatur Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) berdasarkan Pasal 15 ayat 4 huruf b PP Nomor 21 Tahun 2024.

Sedangkan, besaran iuran Tapera untuk kontestan pekerja dari ASN menurut Pasal 15 ayat 4 huruf a PP Nomor 21 Tahun 2024 yakni pekerja yang mana menerima penghasilan atau upah yang dimaksud bersumber dari anggaran pendapatan juga belanja negara juga anggaran pendapatan serta belanja wilayah diatur oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan (Menkeu) dengan berkoordinasi dengan menteri yang tersebut menyelenggarakan urusan pemerintahan di dalam pendayagunaan aparatur negara (Menpan RB).

Kemudian, terkait ketentuan dasar perhitungan untuk menentukan perkalian besaran simpanan kontestan pekerja mandiri diatur oleh BP Tapera, sebagaimana tercantum di Pasal 15 ayat 4 huruf d PP Nomor 21 Tahun 2024.

Adapun menurut ketentuan Pasal 15 ayat 5 PP Nomor 21 Tahun 2024 menyebutkan bahwa menteri yang digunakan menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan, menteri yang tersebut menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang ketenagakerjaan, dan juga Komisioner BP Tapera pada mengatur dasar perhitungan untuk menentukan perkalian besaran simpanan kontestan sebagaimana dimaksud pada ayat 4 berkoordinasi dengan menteri yang dimaksud menyelenggarakan urusan pemerintahan ke bidang perumahan serta kawasan permukiman.

Artikel ini disadur dari PP Tapera sebut iuran peserta disetor paling lambat tanggal 10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *