Premi Untilink Diproyeksi Rebound, Begini Target Sejumlah Pemain Tahun Ini adalah

Finansial54 Dilihat

IDN Bisnis Industri perasuransian optimis premi item asuransi yang tersebut dikaitkan dengan penanaman modal alias unitlink (Paydi) akan datang pulih (rebound) di area tahun ini. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebab pendapatan premi unitlink telah cukup signifikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan serta Dana Pensiun Ogi Prastomiyono menyatakan mencatatkan akumulasi premi asuransi jiwa masih terkontraksi sebesar 7,99% year on year (YoY) menjadi Mata Uang Rupiah 117,41 triliun dalam tahun 2023. Walaupun ini masih ditekan oleh premi unitlink tetapi ini sudah ada mencapai batas (bottom) dan juga diperkirakan akan datang rebound.

“Kami memperkirakan capaian ini telah menyentuh bottom untuk asuransi jiwa khususnya unitlink (Paydi),“ kata beliau pada Jakarta, Pekan lalu.

Ogi menjelaskan, pihaknya optimis kinerja barang unitlink bakal berangsur baik dalam tahun ini, lantaran barang ini telah dilakukan menyentuh batas (bottom) dan juga telah dilakukan menunjukkan performa positif. Menurutnya, ini didorong oleh keluarnya Surat Edaran OJK (SEOJK) tentang Paydi yang dimaksud berjalan baik.

“Jadi tak kemungkinan besar kembali ke titik awal. Saya menyebutnya new equiliubrium, tapi kira-kira (pendapatan premi unitlink) Rupiah 4,6 triliun – Simbol Rupiah 4,7 triliun per bulan, itu berarti telah bagus. Kalau telah naik itu artinya kita telah selamat (industri asuransi jiwa membaik),” jelasnya.

PT BNI Life Insurance optimis bila kinerja item unitlink perusahaan juga akan datang berkembang dalam tahun ini. Namun, pada awal tahun ini perusahaan masih mengalami penurunan premi dari segmen tersebut.

“Kami optimis bahwa barang unitlink masih memiliki prospek untuk bertambah di tempat tahun ini,” ujar Plt. Direktur Utama BNI Life Eben Eser Nainggolan untuk KONTAN, hari terakhir pekan (23/2).

Eben menyebutkan, hingga Januari 2024 pendapatan premi unitlink BNI Life mencapai Mata Uang Rupiah 91 miliar mengalami penurunan dibandingkan periode yang mana identik tahun sebelumnya. Sayangnya, beliau tak menyebutkan berapa besar turunnya premi tersebut.

“BNI Life memproyeksikan pendapatan premi dari produk-produk unitlink di tahun ini sebesar 1,49 triliun rupiah atau naik sekitar 4,4% dibandingkan pencapaian tahun 2023,” terangnya.

Eben mengungkapkan, untuk mencapai perkembangan premi unitlink di tahun 2024 pihaknya telah terjadi menyusun beberapa strategi yang mana akan segera dijalankan. Pertama, segmentasi klien dari usia kemudian penghasilan.

“Kedua, penambahan faedah barang asuransi tambahan (rider), ketiga, memproduksi marketing program untuk transaksi jual beli produk,” ungkapnya.

Sebelumnya, Eben menuturkan, pihaknya mencatat pertumbuhan pendapatan premi sebesar 7,6% YoY menjadi Rupiah 5,4 triliun (unaudited) dalam tahun 2023.

“Pertumbuhan pendapatan premi BNI Life pada 2023 ditopang oleh kenaikan premi dari kanal employee benefit dari Rupiah 1,2 triliun pada tahun 2022 menjadi Rupiah 1,8 triliun pada tahun 2023,” tuturnya.



Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *