Presiden bertemu Sekjen OECD bahas keanggotaan RI pada tiga tahun

Bisnis28 Dilihat

Indonesia berazam menjadi anggota OECD pada waktu tiga tahun. Tadi disampaikan Bapak Presiden bahwa kita akan membentuk regu untuk itu kemudian akan mengupayakan aksesi OECD ini terintegrasi dengan pengerjaan jangka menengah Indonesia

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann pada Istana Kepresidenan Bogor, Selasa, mendiskusikan antara lain komitmen Indonesia untuk menjadi anggota penuh organisasi yang disebutkan di kurun waktu tiga tahun.

"Indonesia berjanji menjadi anggota OECD di waktu tiga tahun. Tadi disampaikan Bapak Presiden bahwa kita akan membentuk pasukan untuk itu juga akan mengupayakan aksesi OECD ini terintegrasi dengan penyelenggaraan jangka menengah Indonesia," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada informasi pers melalui siaran akun YouTube Sekretariat Presiden yang tersebut disaksikan pada Jakarta, Selasa.

Airlangga mengatakan, Presiden sudah membentuk kelompok untuk percepatan aksesi Tanah Air sebagai negara permanen anggota Organisasi untuk Kerja Sama juga Pembangunan Kondisi Keuangan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD).

Hal itu sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Tim Nasional Persiapan lalu Percepatan Keanggotaan Negara Indonesia di OECD atau Tim Nasional OECD yang diketuai oleh Airlangga Hartarto, didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Proses aksesi Negara Indonesia menjadi anggota masih OECD, kata Airlangga, juga akan terintegrasi dengan penyelenggaraan jangka menengah.

Airlangga pun membandingkan pencapaian Tanah Air dengan negara lain yang telah menjadi anggota tetap OECD, yakni Kosta Rika dengan defisit APBN sebesar 5 persen. Sementara itu, defisit APBN Negara Indonesia terpencil lebih besar rendah, yakni ke bawah 3 persen.

Selain itu, Negara Indonesia juga sudah resmi menjadi anggota penuh Financial Action Task Force (FATF) ke-40, organisasi internasional yang mana berfokus pada upaya global di pemberantasan pencucian uang, pendanaan terorisme, kemudian pendanaan proliferasi senjata pemusnah masal.

Adapun pertarungan Presiden Jokowi dan juga Sekjen Mathias Cormann ini adalah kali kedua. Pertemuan pertama dikerjakan pada Agustus 2023 yang mana mengkaji info terkini terkait serangkaian aksesi juga langkah yang mana harus diambil pemerintah Negara Indonesia agar sanggup berubah menjadi anggota kekal OECD.

Tanah Air sendiri telah lama masuk di daftar aksesi OECD juga sejak 2007, Indonesia sudah pernah berubah menjadi mitra OECD dengan Brasil, India, China kemudian Afrika Selatan.

Sekjen Mathias Cormann juga dijadwalkan bertemu dengan Menteri Keamanan sekaligus Presiden terpilih RI Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani, pimpinan DPR RI, Tim Nasional Aksesi OECD, Kadin lalu Apindo.

"Juga akan membuka workshop teknis mengenai prosesi aksesi OECD dari kementerian juga lembaga," kata Airlangga.

Artikel ini disadur dari Presiden bertemu Sekjen OECD bahas keanggotaan RI dalam tiga tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *