Rencana Golden Visa Bisa Jadi Pendongkrak DPK Valas Bank

Finansial13 Dilihat

IDN Bisnis Di berada dalam pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang mana melambat, inisiatif golden visa yang tersebut dicanangkan eksekutif Indonesia sejatinya sanggup menjadi angin segar bagi bidang perbankan. Meski, proses pemberlakuan golden visa ini masih di proses.

Seperti diketahui, kondisi likuiditas perbankan menjadi tantangan dengan semakin ketat sejalan dengan DPK yang digunakan semata-mata berkembang 3,8% secara tahunan (YoY) atau senilai Simbol Rupiah 8.234 triliun pada 2023. 

Memang, DPK pada bentuk valas tercatat meningkat lebih besar cepat mencapai 5,8% YoY dibandingkan DPK rupiah yang mana berkembang 3,5%. Sayangnya, partisipasi valas masih kecil sekitar Simbol Rupiah 1.256 triliun.

Paling anyar, PT Bank Mandiri Tbk telah terjadi melakukan konfirmasi bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum kemudian HAM pada pengaktifan tabungan keimigrasian bagi WNA penerima golden visa.

”Rencana layanan yang dimaksud diperkirakan akan siap pada Semester 1/2024 atau sesuai kebijakan dari ditjen imigrasi,” ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman (25/1).

Adapun, kegiatan golden visa ini menawarkan jasa visa untuk WNA dengan kualifikasi tertentu untuk tinggal di tempat Indonesia selama lima atau sepuluhan tahun. Syaratnya, menginvestasikan jaminan keimigrasian.

Memang, Ali tak secara gamblang menyebutkan bahwa kerjasama yang dimaksud bisa jadi memacu peningkatan dana murah, teristimewa DPK valas. Namun, ia membenarkan bahwa jaminan yang disebutkan dapat dalam bentuk dana yang tersebut mengendap di dalam bank milik negara.

”Tentunya, tergantung dari jenis golden visa yang tersebut dipilih WNA,” ujarnya.

Senior Faculty Lembaga Pengembangunan Bank Indonesia (LPPI) Moch Amin Nurdin berpendapat bahwa golden visa ini mempunyai nilai yang mana signifikan untuk mendongkrak DPK valas perbankan. Di mana, nominal untuk dapat mendapat golden visa ini sanggup mencapai Rupiah 76 miliar.

Hanya saja, seberapa besar dampak yang disebutkan akan signifikan tergantung pada kebijakan yang digunakan nantinya diterapkan. Dalam hal ini terkait pemerataan  untuk semua bank BUMN. ”Atau mengikuti mekanisme zonasi atau pun bebas, sesuai dengan aktivitas lalu agresivitas pemasaran masing-masing bank,” ujarnya.

Sependapat, Ekonom Bank Permata Josua Pardede bilang apabila golden visa ini akan masuk ke sistem perbankan, maka otomatis dapat menambah DPK valas perbankan.

Ia bilang signifikansi itu akan sangat tergantung dengan minat dari penanam modal asing itu sendiri.

Hanya saja, ia mengamati kebijakan golden visa ini akan sangat signifikan lantaran sejalan dengan outlook perekonomian Indonesia pada waktu ini yang mana terbilang cukup positif juga menjanjikan. ”Tapi perlu dilihat juga hal-hal lain seperti kemudahan berinvestasi di tempat Indonesia misalnya,” ujarnya.



Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *