Puncak Panen Raya, Mentan Minta Bulog Serap Jagung Petani

Bisnis19 Dilihat

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pada Mei-April berubah jadi puncak panen raya jagung pada banyak daerah. Dia mengingatkan akan adanya prospek harga jual anjlok yang mana dapat merugikan petani.

Menteri Amran mewanti-wanti adanya prospek nilai tukar akan turun, bahkan anjlok pada bawah harga jual acuan pembelian (HAP) jagung yang mana sudah pernah ditetapkan. Ia pun memohonkan semua pihak untuk mampu mengantisipasi kemungkinan biaya anjlok.

“Kami minta panen raya ini jangan disia-siakan. Petani kita telah bekerja keras. Kami persilahkan para produsen pakan ternak untuk segera menyerap,” kata Menteri Amran di siaran pers, Kamis (2/4/2024).

“Kami meminta-minta Bulog untuk mengakomodasi jagung petani agar tarif terjamin, jangan sampai harga jual anjlok oleh sebab itu kesejahteraan petani taruhannya,” lanjutnya.

Dia menekankan pentingnya merawat keseimbangan nilai pangan untuk mempertahankan kestabilan baik ke ditingkat petani, tukang jualan maupun peternak.

Presiden Jokowi menegaskan tarif ditingkat petani seringkali tidak ada stabil lalu cenderung berkurang pada waktu memasuki masa panen raya, ia pun mengajukan permohonan agar semua pihak mengambil langkah kolaboratif yang strategis, agar terbentuk harga jual yang digunakan seimbang.

“Ini memang sebenarnya baru panen besar jagung, baik pada Sumbawa, Dompu, waktu itu kita lihat di Gorontalo, semuanya panen, sehingga yang mana berlangsung adalah harga jual turun sebab over supply,” ungkap Jokowi.

“Harga yang dimaksud sebelumnya 7.000, sekarang turun berubah menjadi 4.200, situasi ini baik untuk peternak, tapi kurang baik untuk petani, ini mempertahankan keseimbangan seperti ini tiada mudah,” tambahnya.

Dia mengumumkan bahwa yang tak kalah penting untuk melindungi keseimbangan tarif adalah dengan menaikan produktivitasnya. Ia menunjukkan bahwa dengan produktivitas yang dimaksud tinggi maka harganya akan kekal stabil.

“Yang paling penting menurut saya produktivitasnya harus naik, misalnya disini pakai Benih Tangguh, hasilnya tadi saya tanya 7, 8 ton kalau yang BC juga identik dapat 7, 8, 9 ton tapi ada juga yang digunakan dibawah 5 ton, rata – rata 5 ton, nah dengan nilai tukar 4.200 harganya itu tak nutut,” jelasnya.

Artikel ini disadur dari Puncak Panen Raya, Mentan Minta Bulog Serap Jagung Petani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *