Realisasi belanja pemerintah pusat untuk masyarakat Rp254,7 triliun

Finansial38 Dilihat

IDN Bisnis Jadi, mayoritas dari belanja ini memang benar secara langsung untuk masyarakat

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan 77,4 persen dari total realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) pada periode 1 Januari 2024 hingga 15 Maret 2024 yang mana mencapai Rp254,7 triliun, dialokasikan segera untuk masyarakat.

"Dari Rp328,9 triliun belanja pemerintah pusat ini, yang secara langsung diterima rakyat itu adalah Rp254,7 triliun, ini manfaatnya. Jadi, mayoritas dari belanja ini memang benar secara langsung terhadap masyarakat," kata Menkeu Sri Mulyani di konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2024 dalam Jakarta, Senin.

Sejak awal 2024 hingga 15 Maret 2024, belanja negara tercatat sebesar Rp470,3 triliun. Skor yang dimaksud setara dengan 14,1 persen dari pagu anggaran sebesar Rp3.325,1 triliun. Dari Rp470,3 triliun tersebut, mayoritas adalah belanja pemerintah pusat yang mana total realisasinya di periode yang sebanding mencapai Rp328,9 triliun.

Belanja pemerintah pusat yang dimaksud mencakup belanja kementerian/lembaga (K/L) senilai Rp165,4 triliun atau 15,2 persen dari pagu kementerian kemudian lembaga, khususnya untuk penyaluran bantuan sosial juga pelaksanaan pemilihan umum (pemilu).

Belanja non-K/L Rp163,4 triliun atau 11,9 persen dari pagu, khususnya untuk pembayaran subsidi negeri dan juga pembayaran khasiat pensiun.

"Terlihat pada 2024 sampai 15 Maret realisasi belanja kita lebih banyak tinggi berbeda dengan tahun lalu yaitu tumbuhnya 17 persen," ujar Menkeu.

Secara rinci, realisasi belanja pemerintah pusat yang senilai Rp254,7 triliun yang dimaksud dialokasikan untuk anggaran proteksi sosial, petani kemudian perniagaan mikro, kecil kemudian menengah (UMKM), sekolah serta infrastruktur.

Anggaran pengamanan sosial, petani lalu UMKM antara lain dialokasikan untuk Inisiatif Keluarga Harapan (PKH) Rp5,3 triliun untuk 10 jt keluarga penerima khasiat (KPM).

Kartu sembako Rp11,3 triliun untuk 18,7 jt KPM, Penerima Bantuan Iuran Garansi Kesejahteraan Nasional (PBI JKN) Rp11,6 triliun untuk 96,7 jt peserta, bantuan alat kemudian mesin pertanian (traktor) Rp74,15 miliar sebanyak 557 unit, subsidi BBM Rp1,7 triliun sebanyak 1,5 jt kilo liter, subsidi LPG 3 kg Rp6,8 triliun sebanyak 0,7 jt MT.

Selanjutnya, anggaran sekolah antara lain diperuntukkan untuk Rencana Indonesia Terampil Rp963,3 miliar untuk 1,4 jt siswa, Inisiatif KIP Kuliah Rp1,3 triliun untuk 132,4 ribu mahasiswa, BOS (Kementerian Agama) Rp4,4 triliun untuk 4 jt siswa, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Rp765 miliar untuk 197 perguruan tinggi negeri.

Kemudian, anggaran infrastruktur untuk perkembangan atau rehabilitasi infrastruktur sudah terealisasi senilai Rp13,7 triliun, yang dimaksud digunakan antara lain untuk jalan, jembatan, rel kereta api, bandara, bendungan, jaringan irigasi, SPAM, gedung dikti dan juga kapasitas satelit.

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *