Reformasi Kondisi Keuangan Presiden Nyentrik Argentina Bikin Inflasi Tembus 200%

Market21 Dilihat

IDN Bisnis JAKARTA – Inflasi tahunan di dalam Argentina melebihi 211% pada tahun 2023, yang mana merupakan nomor tertinggi di lebih banyak dari tiga dekade, menurut data terbaru yang dimaksud dirilis oleh badan statistik pemerintah INDEC. Lonjakan kenaikan harga yang dimaksud mengiringi reformasi perekonomian yang digunakan dijalankan presidenbaru negara tersebut, Javier Milei.

Kenaikan biaya pada Argentina dari tahun ke tahun juga telah dilakukan menggerakkan negara ini melampaui Venezuela untuk pertama kalinya pada beberapa dekade. Hal ini menjadikan negara Amerika Selatan yang disebutkan menduduki peringkat tertinggi di dalam antara negara-negara yang dimaksud berjuang melawan melonjaknya inflasi.

Data yang dimaksud menggarisbawahi dampak kuat dari sejumlah tindakan yang digunakan mengejutkan dalam negara tersebut, termasuk devaluasi mata uang negara yang dimaksud sebesar 54% menjadi 800 peso per dolar Amerika Serikat (USD). Presiden Javier Milei, juga meningkatkan suku bunga utama menjadi 133%, pada upaya untuk menjinakkan mata uang. eksekutif juga membiarkan perjanjian penetapan tarif tak berlaku lagi.

Inflasi tahunan meningkat lebih banyak dari dua kali lipat dari tingkat tahun 2022 yang hampir 95%. Sementara itu, kenaikan harga bulanan mencapai 25,5% pada bulan Desember, naik dari 12,8% pada bulan November namun sedikit dalam bawah 30% yang digunakan diproyeksikan oleh pemerintah negara tersebut.

Awal pekan ini, Dana Moneter Internasional (IMF) setuju untuk memberikan dana sebesar USD4,7 miliar untuk Argentina sebagai bagian dari rencana restrukturisasi utang, meskipun terdapat fakta bahwa negara yang dimaksud telah dilakukan gagal memenuhi target terkait kegiatan pinjaman sebesar USD43 miliar.

Langkah-langkah besar yang mana diambil oleh pemerintahan baru telah lama memberikan dampak negatif yang dimaksud signifikan terhadap harga-harga di tempat di negeri dan juga harga jual pangan pada khususnya.

Daya beli penduduk Argentina turun rata-rata sekitar 10% pada bulan Desember akibat kenaikan upah tambahan lambat dibandingkan kenaikan harga, menurut Fernando Marull, direktur ahli konsultasi keuangan FMyA, seperti disitir oleh FT, Hari Minggu (14/1/2024).

Selain itu, jajak pendapat rutin yang mana dijalankan oleh Federasi Bisnis Menengah Argentina terhadap pengecer menunjukkan penurunan pelanggan sebesar 13,7% pada bulan Desember dibandingkan dengan bulan yang mirip pada tahun 2022.

Menurut Marull, kenaikan harga juga aktivitas sektor ekonomi akan tetap memperlihatkan “mengerikan” setidaknya hingga bulan Januari juga Februari. “Setelah itu, apabila rencana dunia usaha Milei berhasil, kita akan mulai mengawasi adanya pemulihan,” ujarnya.

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *