RI Diserbu Asing, Siap-siap Rupiah Bakal Terus Menguat

Market20 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Kuantitas tukar rupiah diproyeksi cenderung menguat. Seiring dengan derasnya aliran modal asing (inflow) sejak awal tahun lalu prospek dunia usaha Indonesia yang dimaksud terus membaik.

Mengacu untuk JISDOR, dolar Amerika Serikat (AS) bertengger di tempat level Rp15.727 atau masih lebih banyak rendah dibandingkan sikap akhir tahun 2023.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan aliran masuk modal asing, khususnya penanaman modal portofolio, terus berlanjut sehingga secara kumulatif sejak awal tahun hingga 18 Maret 2024 masih mencatat net inflows sebesar US$ 1,4 miliar.

“Meskipun sempat terjadi outflows pada bulan Maret 2024 dipicu masih tingginya ketidakpastian lingkungan ekonomi keuangan global,” kata Perry pada konferensi pers, Rabu (20/3/2024)

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2024 masih tinggi sebesar US$ 144,0 miliar. Perry menyatakan NPI 2024 diprakirakan masih baik juga mencatatkan surplus dengan operasi berjalan pada kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.

Sementara itu, neraca proses modal dan juga finansial diprakirakan melanjutkan surplus didukung oleh aliran masuk modal asing yang mana dipengaruhi persepsi positif pemodal terhadap prospek perekonomian nasional serta imbal hasil penanaman modal yang digunakan menarik.

Nilai tukar Rupiah melemah sebesar 2,02% dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, lebih tinggi baik dibandingkan dengan Ringgit Malaysia, Won Korea, lalu Baht Thailand yang tersebut masing-masing melemah sebesar 3,02%, 3,87%, kemudian 5,39%.

“Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil dengan kecenderungan menguat, didorong oleh kembali masuknya aliran modal asing sejalan dengan masih terjaganya persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia,” tegas Perry.

BI tetap memperlihatkan dengan kebijakan stabilisasi juga penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan juga SUVBI juga membantu prospek penguatan nilai tukar Rupiah tersebut. BI juga meningkatkan kekuatan koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan juga dunia bidang usaha untuk membantu implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Narasumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.

Artikel Selanjutnya Pelaku Pasar Tunggu Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rupiah Lanjut Turun

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *