Rumah Prabowo kemudian Kertanegara Raja yang mana Tak Mau Tunduk dengan Eksternal

Entrepreneur58 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta, CNBC Indonesia – Kediaman Menteri Perlindungan serta Calon Presiden, Prabowo Subianto, di tempat Jl. Kertanegara, Kebayoran Baru, DKI Jakarta Selatan menjadi topik perbincangan banyak orang belakangan ini. Pasalnya, dalam sana terjadi berbagai kegiatan urusan politik yang mana menarik jelang Pilpres 2024 di tempat tempat ini. 

Barang kali ketenaran Jl. Kertanegara tak menyebabkan semua orang mengetahui perihal sosok yang digunakan menjadi objek penamaan jalan. Sekaligus juga cerita heroik pada baliknya.

Perlu diketahui, Kertanegara (sumber lain mengumumkan Kertanagara) adalah raja Kerajaan Singasari yang dimaksud eksis pada tahun 1268 sampai 1292 Masehi pada Jawa Timur. Selama menjadi raja, Kertanegara disebut sebagai raja terbesar dan juga tersukses yang dapat mengakibatkan Singasari berjaya. 

Selama masa kepemimpinan, cerita paling tersohor dari Kertanegara adalah tentang bagaimana beliau tak mau tunduk terhadap Kerajaan Mongol. Di pengujung abad ke-13, Kerajaan Mongol pimpinan Kubilai Khan sedang garang serta bergerak berekspansi ke berbagai wilayah, termasuk Nusantara, sekarang ini Indonesia.

Setiap wilayah yang digunakan beliau datangi diminta tunduk serta memberi upeti. Termasuk juga Tanah Jawa, yang tersebut dalam dalamnya terdapat Kerajaan Singasari pimpinan Kertanegara.

George Coedes pada Asia Tenggara Masa Hindu-Budha (2017) menjelaskan, utusan Mongol berulang kali datang menemui Kertanegara untuk tunduk kemudian memberi upeti ke Kubilai Khan. Kedatangan orang China yang disebutkan terjadi pada 1280, 1281, 1286, serta 1289.

Di tahun terakhir itulah terjadi kejadian paling menegangkan. Muak mengamati utusan Mongol bolak-balik menemui dirinya, Kertanegara akhirnya melawan mereka sebab tak sudi untuk tunduk. Akhirnya, utusan Mongol bernama Menqi itu dilukai wajahnya. Ada yang dimaksud mengumumkan pula kupingnya dipotong secara langsung oleh Kertanegara. 

Pada titik inilah, Kertanegara secara segera mendeklarasikan peperangan dengan salah satu kerajaan terbesar pada Asia. Meski begitu, ia tetap memperlihatkan percaya diri oleh sebab itu secara geografi China kemudian Jawa terpisah jarak ribuan kilometer. 

Singkat cerita, pemberitahuan pertempuran terhadap Mongol itu tak pernah dikobarkan langsung oleh Kertanegara. Pasalnya, ia sudah ada tambahan dulu tewas dalam tangan Jayakatwang, bupati Gelang-gelang yang mana kelak memulai pembangunan Kerajaan Kediri. 

Malah, kedatangan pasukan Mongol untuk menghabisi Singasari dimanfaatkan oleh Raden Wijaya, menantu Kertanegara. Wijaya mengarahkan pasukan Mongol untuk menghabisi Jayakatwang sebagai balas dendam. Setelah, Jayakatwang tewas, Wijaya menusuk dari belakang pasukan Mongol.

Pasukan Mongol yang dimaksud datang pada 1293 yang dimaksud justru berakhir tewas di tempat tangan menantu Kertanegara. Kelak, pasca tragedi usai, Raden Wijaya mendirikan Majapahit. 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *