Rupiah dibuka melemah di area sedang proyeksi surplus neraca perdagangan

Finansial26 Dilihat

IDN Bisnis Saat ini pergerakan rupiah masih didominasi oleh sentimen global, namun pangsa juga mengawaitu rilis data dari domestik, yaitu neraca perdagangan

Jakarta –

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan, dibuka melemah pada berada dalam proyeksi surplus neraca perdagangan Indonesia.

 

"Saat ini pergerakan rupiah masih didominasi oleh sentimen global, namun lingkungan ekonomi juga menanti rilis data dari domestik, yaitu neraca perdagangan," kata ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto terhadap ANTARA pada Jakarta, Senin.

 

Untuk neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2023, yang tersebut juga akan memberikan pandangan perdagangan internasional Indonesia, Rully memperkirakan surplus masih akan masih solid, meskipun mengecil jika dibandingkan November 2023, yaitu sebesar 1,95 miliar dolar Negeri Paman Sam dari 2,4 miliar dolar Negeri Paman Sam di area November 2023.

 

Dari sisi global, lingkungan ekonomi masih mengawaitu sinyal dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed), terkait dengan arah kebijakan suku bunga acuan atau Federal Funds Rate (FFR) ke depan.

 

Untuk perdagangan hari ini, Rully memproyeksikan rentang pergerakan rupiah masih akan relatif tak terlalu besar, antara Rp15.525 per dolar Amerika Serikat hingga Rp15.575 per dolar AS.

 

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang mana ditransaksikan antarbank di tempat DKI Jakarta pada Hari Senin pagi turun enam poin atau 0,04 persen menjadi Rp15.556 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya Rp15.550 per dolar AS.
 

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *