Rupiah merosot dalam berada dalam sentimen risk-off dalam pangsa keuangan domestik

Market33 Dilihat

Rupiah diperkirakan akan berada di dalam kisaran Rp16.050 per dolar Negeri Paman Sam sampai dengan Rp16.150 per dolar AS

Jakarta – Angka tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa dibuka merosot ke sedang sentimen risk-off di pangsa keuangan domestik akibat sentimen suku bunga kebijakan Amerika Serikat (AS) yang digunakan tinggi bertahan tambahan lama.

Pada awal perdagangan Selasa pagi, rupiah tergelincir 49 poin atau 0,31 persen berubah jadi Rp16.130 per dolar Negeri Paman Sam dari sebelumnya sebesar Rp16.081 per dolar AS.

"Pernyataan beberapa pejabat Fed yang mana menggalang sikap higher-for-longer, satu di antaranya Michelle Bowman kemudian Lorie Logan, meningkatkan sentimen risk-off pada bursa keuangan domestik, sehingga menggerakkan rupiah melemah," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede terhadap ANTARA di dalam Jakarta, Selasa.

Wakil Ketua Federal Reserve, Philip Jefferson, menyatakan bahwa bank sentral Negeri Paman Sam atau The Fed harus mempertahankan tingkat suku bunga pada waktu ini lebih lanjut lama hingga ada bukti yang tersebut jelas bahwa pemuaian Negeri Paman Sam bergerak menuju target 2 persen.

Lebih lanjut Josua mengungkapkan Surat Berharga Negara (SBN) diperdagangkan bervariasi meskipun rupiah melemah.

Volume perdagangan obligasi pemerintah tercatat sebesar Rp13,41 trilliun pada Mulai Pekan (13/5), tambahan tinggi dibandingkan dengan ukuran perdagangan pada Hari Jumat yang mana tercatat sebesar Rp10,44 trilliun.

Kepemilikan asing pada obligasi rupiah meningkat sebesar Rp2,49 triliun menjadi Rp798 triliun atau 13,85 persen dari total obligasi yang mana beredar pada 8 Mei 2024.

Pada Selasa, pemerintah akan mengadakan lelang obligasi negara dengan target indikatif sebesar Rp22 triliun. Seri yang dimaksud dilelang pada lelang kali ini adalah SPN3mo, SPN12mo, FR0101, FR0100, FR0098, FR0097, kemudian FR0102.

Imbal hasil seri benchmark 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, lalu 20 tahun setiap-tiap tercatat sebesar 6,95 persen, 6,99 persen, 7,01 persen, lalu 6,97 persen.

Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan akan berada di dalam kisaran Rp16.050 per dolar Amerika Serikat sampai dengan Rp16.150 per dolar Negeri Paman Sam lantaran penanam modal cenderung mengantisipasi rilis data naiknya harga Amerika Serikat besok.

Artikel ini disadur dari Rupiah merosot di tengah sentimen risk-off di pasar keuangan domestik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *