Rupiah turun di sedang kegelisahan FFR yang mana lebih lanjut tinggi lebih lanjut lama

Bursa25 Dilihat

Pelaku pangsa masih mengkhawatirkan The Fed yang mana masih akan mempertahankan suku bunga tambahan tinggi lebih banyak lama, menyusul risalah Federal Open Market Committee yang tersebut permanen bernada hawkish serta PMI Global S&P flash Negeri Paman Sam yang digunakan menunjukkan aktivitas kegiatan bisnis yang

Jakarta – Skor tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Negeri Paman Sam pada perdagangan Hari Senin ditutup turun ke berada dalam perasaan khawatir suku bunga Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate (FFR) yang digunakan lebih tinggi tinggi untuk waktu yang digunakan lebih tinggi lama.

Pada akhir perdagangan Senin, kurs rupiah merosot 77 poin atau 0,48 persen bermetamorfosis menjadi Rp16.072 per dolar Negeri Paman Sam dari sebelumnya sebesar Rp15.995 per dolar AS.

"Pelaku lingkungan ekonomi masih mengkhawatirkan The Fed yang digunakan masih akan mempertahankan suku bunga lebih besar lebih tinggi lebih besar lama, menyusul risalah Federal Open Market Committee yang dimaksud permanen bernada hawkish kemudian PMI Global S&P flash Negeri Paman Sam yang dimaksud menunjukkan aktivitas perusahaan yang mana kuat," kata analis pangsa uang Bank Mandiri Reny Eka Putri untuk ANTARA dalam Jakarta, Senin.

Reny menuturkan pergerakan valas masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari AS. Pemodal mencermati data-data sektor ekonomi Amerika Serikat yang mana baru yang menunjukkan meningkatnya data durable goods order.

Pesanan baru Negeri Paman Sam untuk barang-barang tahan lama yang diproduksi naik sebesar 0,7 persen month on month (mom) pada April 2024, lebih tinggi rendah dari sebesar 0,8 persen pada Maret 2024.

Risalah Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru juga menunjukkan pembuat kebijakan prihatin menghadapi pemuaian yang mana sulit turun kemudian beberapa anggota mengindikasikan kesediaan untuk memperketat kebijakan lebih lanjut lanjut apabila kenaikan harga melonjak.

Konsensus bursa pada waktu ini hanya sekali meninjau prospek penurunan suku bunga acuan hanya saja satu kali pada 2024 kemudian kemungkinan baru akan muncul mendekati akhir tahun.

Pada perdagangan pekan ini, pemodal akan memantau rilis Skala Harga Ukuran Harga Belanja Personal (PCE) Amerika Serikat lalu pidato oleh beberapa pejabat bank sentral Negeri Paman Sam atau The Fed.

"Sementara itu, dari domestik minim rilis data sehingga sentimen lingkungan ekonomi cenderung akan mengawasi perkembangan eksternal," ujarnya.

Kurs Ibukota Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Awal Minggu melemah ke sikap Rp16.064 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya sebesar Rp15.995 per dolar AS.

Artikel ini disadur dari Rupiah turun di tengah kekhawatiran FFR yang lebih tinggi lebih lama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *