Saham Apple serta Nvidia Menguat, Nasdaq dan juga SdanP Dibuka Hijau

Market23 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Dua indeks acuan Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis waktu malam atau Hari Jumat dini hari waktu Indonesia berhasil dibuka menghijau pasca terkapar merah dua hari beruntun.

Melansir data Refinitiv, Nasdaq Composite dibuka melonjak nyaris 1% atau 138,9 poin ke tempat 14.994,52, kemudian disusul indeks S&P 500 dibuka menguat 20,89 poin atau 0,44% menuju 4760,10.

Sementara, indeks yang dimaksud menaungi 30 emiten yakni Dow Jones Industrial Average Index (DJI) dibuka merosot 74,92 poin atau 0,20% ke sikap 37.191,75.

Penguatan S&P 500 kemudian Nasdaq disinyalir berkat lonjakan saham chip. Pada pra perdagangan waktu malam ini Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) berhasil loncat 7,7%, pasca pembuat semikonduktor kontrak terbesar di dalam dunia itu memproyeksikan perkembangan pendapatan lebih lanjut dari 20% pada tahun 2024.

Berikutnya, ada saham chip lain seperti Nvidia (NVDA), Microchip Technology (MCHP), Marvell Technology (MRVL) juga Advance Micro Devices (AMD), yang digunakan semuanya dibuka lompat lebih tinggi dari 2%.

Selain itu, ada beberapa saham dengan kapitalisasi jumbo yang tersebut mengambil bagian mengerek kekuatan bursa Wall Street, diantaranya saham emiten gawai pintar terbesar di dalam dunia, Apple (AAPL) dibuka menguat di dalam melawan 2%.

Penguatan saham AAPL terjadi setelahnya BofA Global Research meningkatkan rating saham pembuat iPhone yang dimaksud menjadi “beli” dari “netral”, ini merupakan peningkatan peringkat pertama dalam tahun ini.

Saham mega cap lain juga dibuka menguat seperti Microsoft (MSFT), Tesla (TSLA), Meta Platforms (META) antara 0,1% sampai 0,4%.

Kendati demikian, pergerakan lingkungan ekonomi hari ini masih diselimuti prospek sikap bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) yang dimaksud kemungkinan akan lebih tinggi lama melonggarkan kebijakan moneternya.

Hal yang disebutkan lantaran kondisi dunia usaha Amerika Serikat masih panas, tercermin dari data transaksi jual beli ritel pada akhir tahun lalu yang digunakan naik, dihadiri oleh naiknya harga pada periode yang serupa juga naik diluar dugaan.

Ditambah juga dengan data pangsa tenaga kerja yang masih ketat, bahkan pada waktu malam ini Biro Ketenagakerjaan Negeri Paman Sam melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran negara turun 16.000, menjadi 187.000 untuk pekan yang digunakan berakhir 13 Januari 2023, ini menandai level terendah sejak September 2022.

Ekonomi Amerika Serikat yang mana terbilang berjauhan dari resesi ini disepakati Robert Pavlik, Senior manajer portofolio Dakota Wealth yang mana menyatakan bursa tenaga kerja masih kuat mengindikasikan perekonomian Negeri Paman Sam masih kuat.

“Pasar masih kuat, entrepreneur masih ragu-ragu untuk memberhentikan pekerjanya; ini merupakan indikasi perekonomian yang mana masih tumbuh,” kata Robert Pavlik, manajer portofolio senior di area Dakota Wealth.

Pelaku lingkungan ekonomi sekarang meninjau prospek hampir 60% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan Maret, lebih tinggi rendah dari kemungkinan lebih besar dari 80% pada bulan lalu, menurut FedWatch Tool dari CME Group.

Investor juga akan menganalisis komentar Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, yang merupakan anggota pemungutan pernyataan tahun ini, untuk mendapatkan isyarat mengenai waktu penurunan suku bunga.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

Artikel Selanjutnya Pasar Wait and See Inflasi AS, Wall Street Dibuka Variatif

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *