Salurkan Bahan Bakar Bersubsidi Sesuai Kuota, Pertamina Andalkan Digitalisasi

Bisnis47 Dilihat

IDN Bisnis JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga (PPN) sebagai Subholding Commercial and Trading menyatakan kesiapannya melakukan distribusi komponen bakar minyak (BBM) lalu LPG bersubsidi pada tahun 2024 sesuai kuota yang dimaksud ditetapkan pemerintah. PPN menerapkan acara digitalisasi untuk menegaskan penyaluran sesuai kuota.

Diketahui, besaran kuota subsidi materi bakar minyak (BBM) lalu LPG pada tahun 2024 telah dilakukan ditetapkan berdasarkan SK Kepala BPH Migas No. 89/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2023 untuk penyaluran BBM Bersubsidi untuk Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) Minyak Tanah dengan kuota 0,5 Juta Kilo Liter (KL), JBT Minyak Solar dengan kuota 17,8 Juta KL, lalu LPG Tabung 3 Kg sebesar 8,03 Juta Metric Ton (MT) didasarkan pada Kepmen ESDM No. 446.K/MG.05/DJM/2023.

“Dalam melakukan konfirmasi penyaluran subsidi energi, khususnya BBM kemudian LPG, Pertamina Patra Niaga melakukan beberapa inovasi, yang utama melalui inisiatif digitalisasi. Sudah berjalan juga terus kami evaluasi adalah Rencana Subsidi Tepat untuk JBT Solar serta mulai awal tahun ini dijalankan Subsidi Tepat LPG 3 kg,” ungkap Direktur Utama PPN Riva Siahaan pada siaran pers, Hari Sabtu (16/3/2024).

Dia mengatakan, Subsidi Tepat JBT Solar telah diuji coba sejak tahun 2022 juga berjalan secara nasional dalam 514 Pusat Kota dan juga Kota untuk penyelenggaraan QR Code pada Periode Juli 2023 lalu. Sepanjang tahun 2023, hampir 14 jt KL proses solar telah tercatat secara digital. Sebesar 92% merupakan penyaluran ke kendaraan serta 8% sisanya untuk bisnis perikanan, bidang usaha pertanian, UMKM, serta layanan umum seperti infrastruktur kemampuan fisik juga BNPB.

Untuk LPG 3 kg, lanjut dia, sejak Januari lalu juga telah diterapkan kewajiban bagi penduduk untuk menunjukkan KTP yang digunakan kemudian NIK-nya akan pada cek melalui Merchant Apps Pertamina (MAP) di area Pangkalan sebelum dapat membeli LPG bersubsidi. Sebanyak 248.000 lebih besar Pangkalan di area 411 Pusat Kota lalu Daerah yang dimaksud sudah ada dikonversi pada masa kini siap melayani Subsidi Tepat LPG 3 Kg.

Sejak bergulir di tempat 1 Januari lalu, tercatat 31 jt NIK telah melakukan kegiatan dengan total lebih besar dari 495 jt tabung LPG 3 kg. Sebanyak 85% dari total kegiatan ini tercatat untuk konsumen Rumah Tangga, dan juga 15% sisanya merupakan UMKM juga petani dan juga nelayan sasaran. “Ini menjadi upaya bagaimana Pertamina Patra Niaga meyakinkan penyaluran BBM juga LPG bersubsidi semakin transparan penyalurannya,” terangnya.

Selain Subsidi Tepat, Riva mengungkapkan Pertamina Patra Niaga pada waktu ini mampu mengakses Pertamina Integrated Enterprise Informasi and Command Center (PIEDCC). Didukung dengan digitalisasi di tempat Fuel serta LPG Terminal juga digitalisasi SPBU, Riva mengungkapkan pada waktu ini proses distribusi hingga stok di tempat SPBU kemudian Pangkalan LPG dapat dipantau secara real time.

“Jadi selain menegaskan transparansi data, Pertamina Patra Niaga juga terus menjamin ketersediaan produk, termasuk BBM serta LPG subsidi agar terus-menerus tersedia. Hal ini menjadi komitmen kami untuk melayani, memberi, juga memenuhi permintaan energi dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk ke wilayah pelosok,” tandasnya.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *