Sandiaga: Jamu berkontribusi bagi pariwisata juga sektor ekonomi

Ragam30 Dilihat

Ibukota Indonesia – Menteri Peluang Usaha Pariwisata dan juga Sektor Bisnis Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa jamu berkontribusi positif bagi pariwisata juga ketahanan perekonomian kreatif sehingga harus untuk ditingkatkan pemanfaatannya.

"Jamu sebagai warisan budaya Nusantara perlu peningkatan exposure dari pemanfaatannya agar terus berkontribusi positif bagi perkembangan serta ketahanan ekonomi, khususnya sektor pariwisata dan juga kegiatan ekonomi kreatif," kata Sandiaga ketika memberikan sambutan secara virtual di Peringatan Hari Jamu Nasional 2024 pada Jakarta, Senin.

Menparekraf menyampaikan, di sidang ke-18 Intergovermental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Republik Botswana yang dimaksud berlangsung pada 6 Desember 2023 lalu, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) secara resmi menetapkan jamu sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia.

Kemenparekraf sama-sama Dewan Jamu Nusantara (DJI) berkolaborasi agar pengaplikasian atau pemanfaatan jamu terus meluas dalam sektor pariwisata dan juga kalangan generasi muda.

Dengan dijadikannya jamu sebagai warisan budaya asli Indonesia, Sandiaga berharap generasi muda terus bersama-sama melestarikan budaya sehat untuk masa depan.

"Mari kita jaga Negara Indonesia permanen sehat serta bugar. Saya konsumsi jamu, anda juga harus konsumsi jamu," katanya.

Dalam kesempatan yang tersebut sama, Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf Itok Parikesit mengutarakan bahwa pemerintah terus menggerakkan pemanfaatan jamu sebagai salah satu wisata kebugaran (wellness tourism).

Adapun tujuannya agar Negara Indonesia menjadi destinasi wellness tourism sekaligus penghasil produk-produk kebugaran yang tersebut berdaya saing secara global.

"Negara tetangga kita memiliki wellness tourism juga, tetapi yakinlah Nusantara bisa saja menciptakan produk-produk wellness dalam berhadapan dengan mereka," kata Itok.

Ia mengatakan, komoditas wellness tourism ke Nusantara yang mana tertinggi terdiri dari makanan baik (healthy food), personal care and beauty (kecantikan), juga traditional natural medicines (obat tradisional).

Menurut dia, jamu merupakan salah satu produk-produk yang berbagai digunakan pada wellness tourism sehingga berpotensi untuk menguatkan sektor pariwisata juga dunia usaha kreatif.

Oleh dikarenakan itu, pemerintah melalui Kemenparekraf terus mengenalkan jamu sebagai bagian dari wellness tourism saat melakukan iklan di luar negeri.

"Ini peluang kita untuk melestarikan dan juga mengembangkan pemanfaatan jamu sebagai warisan budaya bangsa yang digunakan tidaklah semata-mata mempunyai khasiat ekonomi, tetapi juga untuk kesehatan," ujarnya.

Artikel ini disadur dari Sandiaga: Jamu berkontribusi bagi pariwisata dan ekonomi

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *