Simak! Niat, Tata Cara lalu Waktu Pembayaran Zakat Fitrah

Syariah7 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Menunaikan zakat adalah salah satu rukun Islam. Di antara berbagai zakat, zakat fitrah memiliki hukum yang digunakan wajib ditunaikan ketika Ramadan.

Adapun, zakat fitrah berlaku bagi laki-laki, perempuan, anak-anak, orang dewasa, budak, maupun orang yang tersebut merdeka. Dalil mengenai kewajiban membayar zakat termaktub pada surat An Nisa ayat 177,

..”وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ”…

Artinya: “…laksanakanlah salat dan juga tunaikanlah zakat!..”

Adapun, di hadits Rasulullah SAW riwayat Ibnu Umar, beliau bersabda terkait wajibnya menunaikan zakat fitrah.

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan terhadap manusia,” (HR Muslim).

Menukil dari buku Fiqih Praktis tulisan Muhammad Bagir, zakat fitrah dapat diartikan sebagai zakat badan. Jadi, zakat ini tak terkait dengan harta kekayaan (mal), melainkan kewajiban yang tersebut memang sebenarnya ditetapkan bagi setiap kaum muslimin.

Zakat fitrah hampir mirip dengan ibadah lainnya yang tersebut harus diawali dengan niat. Berikut ini niat lengkapnya:

Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap

Untuk diketahui, bacaan niat zakat fitrah dibedakan ke pada beberapa kelompok. Sebab, tiap-tiap niat berbeda tergantung individu yang digunakan hendak membayarnya.

Berikut bacaan niat zakat fitrah lengkap sebagaimana diambil dari buku Menggapai Surga dengan Doa susunan Achmad Munib.

1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Arab latin: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu lantaran Allah Ta’ala,”

2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu lantaran Allah Ta’ala,”

3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ … فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an waladi (sebutkan nama) fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama), fardhu dikarenakan Allah Ta’ala,”

4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِئْتِيْ … فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an binti (sebutkan nama) fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama), fardhu dikarenakan Allah Ta’ala,”

5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri serta Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ تَلْزَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Latin: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘anni wa ‘an jami’i ma talzamuni nafawatuhum fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah utnuk diriku dan juga seluruh orang yang digunakan nafkahnya menjadi tanggunganku, fardhu sebab Allah Ta’ala,”

6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an (sebutkan nama) fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama spesifik), fardu lantaran Allah Ta’ala,”

Ketentuan & Waktu Membayar Zakat Fitrah

Setelah mendiskusikan tentang niat zakat fitrah, ada baiknya detikers juga mengetahui ketentuan mengeluarkannya. Menurut buku Pendidikan Agama Islam oleh Rosidin, waktu mengeluarkan zakat fitrah terbagi ke pada lima kelompok, yaitu waktu mubah, waktu wajib, waktu sunnah, waktu makruh lalu waktu haram.

Waktu mubah dimulai dari awal bulan hingga akhir bulan Ramadan, sedangkan waktu wajib mulai pada waktu terbenamnya Matahari pada akhir Ramadan. Kemudian, waktu sunnah berarti setelahnya salat Subuh hingga sebelum salat Idul Fitri, sementara waktu makruh ialah setelahnya salat Idul Fitri sampai sebelum Dzuhur pada Hari Raya tiba.

Yang terakhir adalah waktu haram yang tersebut bertepatan seusai salat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri. Dalam sebuah hadits, apabila seseorang mengeluarkan zakat fitrah setelahnya salat Idul Fitri maka dianggap sebagai sedekah sunnah, diriwayatkan dari Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa mengeluarkan (zakat fitrah) sebelum salat (Idul Fitri) maka zakatnya sah. Barangsiapa mengeluarkan (zakat fitrah) setelahnya salat (Idul Fitri), maka dianggap sedekah sunnah,” (HR Ibnu Majah).

Adapun, Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah di buku Fiqih Wanita menuturkan, ulama berbeda pendapat terkait batas waktu tepatnya. Sebagian beranggapan apabila zakat fitrah lebih tinggi utama ditunaikan ketika tenggelamnya Matahari pada waktu malam Hari Raya Idul Fitri, sebab waktu yang disebutkan merupakan penghabisan bulan Ramadan.

Tetapi, ada juga yang tersebut berpendapat bahwa zakat fitrah lebih banyak afdhal dikeluarkan ketika terbitnya fajar di dalam Hari Raya Idul Fitri. Namun, apabila seseorang ingin menyerahkan zakat fitrah lebih lanjut awal, jumhur ulama memperbolehkannya.

Berikut ini beberapa waktu lalu hukum membayar zakat fitrah.

  • Waktu yang digunakan mubah (boleh), yaitu mulai tanggal 1 Ramadan (bulan puasa) sampai hari penghabisan bulan Ramadan.
  • Waktu wajib, yaitu mulai terbenam matahari akhir bulan Ramadan.
  • Waktu yang lebih besar baik (sunnah), yaitu dibayar sesudah salat Subuh sebelum pergi salat Idul Fitri.
  • Waktu makruh (dibenci Allah), yaitu membayar zakat fitrah sesudah shalat Hari Raya Idul Fitri, tetapi sebelum terbenam matahari pada tanggal 1 Syawal.
  • Waktu haram juga tak sah, yaitu dibayar sesudah terbenam matahari pada Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, terkait zakat fitrah dengan uang tunai diizinkan oleh para ulama sebagaimana mengutip dari laman resmi BAZNAS. Syeikh Yusuf Qaradhawi menyampaikan zakat fitrah pada bentuk uang harus setara dengan satu sha’ gandum, kurma, atau beras.

Pada zaman Rasulullah, zakat fitrah diberikan merupakan satu sha’ (2,5 kg) gandum, kurma, anggur, beras, lalu lain sebagainya yang dimaksud merupakan makanan pokok dari negara tersebut. Mengacu pada SK Ketua BAZNAS No. 07 Tahun 2023 tentang Zakat Fitrah dan juga Fidyah untuk wilayah DKI Ibukota Raya juga Sekitarnya, nilai zakat fitrah setara uang Rp45.000,- per individu.

Artikel Selanjutnya 100 Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 2024

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Rangkuman berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *