Soekarno Cari Menteri Bisa Turunkan Harga Sembako, Gagal Dipenggal

Entrepreneur71 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta, CNBC Indonesia – Kenaikan harga jual berbagai keinginan pokok, salah satunya beras, belakangan ini menyebabkan pening sejumlah orang. Berbagai intervensi yang digunakan dilaksanakan pemerintah belum berhasil menimbulkan nilai tukar materi pokok kembali terjangkau. Berbagai janji-janji menteri pun cuma menjadi angin lalu. 

Kejadian seperti ini juga pernah terjadi di area masa lalu, salah satunya pada awal 1966. Kala itu, semua harga-harga mengalami kenaikan. Inflasi pun telah mencapai 650%. eksekutif dinilai warga gagal mengatasi permasalahan ini semua lalu memproduksi geram.

“Ketegangan mencapai puncaknya dengan ditetapkannya kenaikan tarif minyak juga komponen bakar pada tanggal 3 Januari 1966, yang digunakan akibatnya terasa oleh seluruh lapisan masyarakat,” tulis Nugroho Susanto dkk pada Sejarah Nasional Indonesia Jilid 6 (1984).

Beranjak dari di tempat ini publik mulai berdemonstrasi di area depan Istana Negara. Mereka menuntut Presiden Soekarno menurunkan biaya materi pokok. Bahkan, memohonkan juga Soekarno mundur sebagai penguasa.

Soekarno lantas menyikapi ini dengan berorasi singkat ihwal pencarian menteri penurunan harga jual dengan sedikit ancaman. 

“Di Indonesia harga jual tiada kemungkinan besar turun. Di di tempat ini saya mengundang semua orang Indonesia, siapa semata yang tersebut sanggup menurunkan harga-harga di tempo tiga bulan, akan saya angkat jadi menteri. Tapi, kalau sudah ada lewat waktu tiga bulan itu lalu ternyata tak sanggup, maka saya akan penggal batang lehernya,” kata Bung Karno kala itu.

Ucapan Soekarno ihwal mencari menteri kemudian berjanji akan segera memenggal kepala menteri yang dimaksud kalau gagal terdengar ke penjuru tanah air. Apalagi, pidato yang disebutkan disiarkan berulang kali oleh radio serta televisi. 

Pada titik ini, terdapat seseorang yang tersebut mengajukan diri sebagai menteri. Dia adalah Hadely Hasibuan, orang pengacara kemudian wartawan. Pengajuan itu disampaikan lewat surat yang dikirim ke Istana Negara.

Katanya, ia ingin menolong Soekarno dengan jadi menteri berdasarkan gagasan yang dimaksud beliau buat. Dia juga berani ditembak meninggal kalau kebijakannya gagal. Dalam otobiografi berjudul Pengalamanku Sebagai Calon Menteri Penurunan Harga (1985) yang ditulis Hadely, diketahui gagasan itu tentang liberalisasi kegiatan ekonomi Indonesia.

Jika Hadely jadi menteri, ia ingin membuka pembangunan ekonomi asing juga menghentikan intrik kebijakan pemerintah bukan perlu yang tersebut membahayakan ekonomi, seperti membubarkan PKI, menghentikan pertempuran dengan Malaysia, serta lain sebagainya. 

Tentu saja, gagasan Hadely ditolak mentah-mentah oleh Istana. Pasalnya, ini bertolak belakang dengan landasan kebijakan Soekarno. Alhasil, Hadely pun gagal menjadi menteri. Dan pada akhirnya Soekarno pun juga gagal menurunkan harga-harga materi pokok yang tersebut menciptakan Indonesia makin carut-marut. 

Saat Soeharto jadi presiden baru Indonesia, gagasan-gagasan Hadely, seperti pembangunan ekonomi asing lalu sebagainya, mulai diterapkan. Kita semua tahu bahwa lewat gagasan yang disebutkan dunia usaha Indonesia berjaya di tempat masa Orde Baru. 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *