Narasumber Harta Rupiah 435 T Sultan Brunei Bukan Cuma Minyak, Ada di dalam RI

Entrepreneur21 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Keluarga Kesultanan Brunei Darussalam menarik perhatian dunia ketika ini. Pernikahan Pangeran Abdul Mateen dengan Anisha Rosnah binti Adam, menjadi perhatian media sosial.

Pasalnya, pernikahan itu diselenggarakan sangat mewah selama 10 hari berturut-turut. Tentu saja, kemewahan yang diperlihatkan berkaitan erat dengan harta kekayaan Sultan Hassanal Bolkiah.

Perlu diketahui, Sultan Hassanal Bolkiah adalah raja nomor dua paling tajir di tempat Asia Tenggara. Kekayaannya, menurut South China Morning Post, mencapai US$ 28 miliar atau setara dengan Mata Uang Rupiah 435 triliun. Selain itu beliau juga punya mobil mencapai 6.000 unit, termasuk Rolls-Royce berlapis emas. 

Lalu, dari Mana Informan Harta Kekayaan Milik Sultan Hassanal Bolkiah?

Secara garis besar, kekayaan kesultanan diperoleh dari eksplorasi minyak juga gas (migas) dalam wilayah Brunei. Mengacu pada sejarah, eksplorasi minyak pada sana bermula pada 1928 oleh perusahaan jika Inggris, Shell. 

Sejak penemuan minyak itulah Kesultanan Brunei Darussalam bertransformasi dari negara dagang ke negara minyak yang tersebut kaya serta makmur. Salah satu tokoh kunci yang tersebut muncul bersamaan proses perubahan fundamental adalah Hassanal Bolkiah yang menjadi sultan menggantikan ayahnya, Sultan Omar, pada 1967. 

Di tangan Bolkiah, Brunei memanfaatkan produksi puluhan jt barel minyak per tahun sebagai pondasi transformasi menjadi salah satu negara kaya pada Asia Tenggara. Salah satu rekor tertinggi produksi minyak Brunei terjadi pada tahun 1980.

Di tahun tersebut, mengacu pada Brunei Darussalam Yearbook, produksi minyak Brunei sukses mencapai 82 jt barel minyak. Dengan besarnya produksi migas yang disebutkan bukanlah keluarga kesultanan menjadi makmur.

Istana bisa jadi berdiri megah serta merek pun sanggup memupuk kekayaan. Namun, kemakmuran itu juga terjadi ke seluruh rakyat.

Laporan Economist mengatakan berkat keuntungan dari migas, Brunei mampu membebaskan warga dari pajak penghasilan. Bahkan, memberi institusi belajar gratis, subsidi material pangan, dan juga sebagainya. 

Meski begitu, seiring waktu sektor migas juga tak lagi jadi andalan Brunei untuk memupuk kekayaan. Tentu ini disebabkan dikarenakan biaya migas makin tidaklah stabil serta menurunnya produksi tahunan migas Brunei.

Alhasil, Sultan Bolkiah lantas melakukan diversifikasi bisnis. Salah satu yang mana masif adalah lewat pembangunan ekonomi dalam luar negeri yang digunakan dilaksanakan oleh Brunei Investment Agency (BIA) sejak tahun 1990-an. 

Diketahui, BIA melakukan pembangunan ekonomi di dalam AS, Australia, kemudian berbagai negara Eropa. Salah satu aset BIA adalah kepemilikan hotel yang tersebar di tempat Los Angeles, London, dan juga Paris.

Di Indonesia, BIA juga mempunyai hotel di area Bali bernama Nusa Dua Hotel Beach & Spa. Selain hotel, BIA juga berinvestasi pada perusahaan-perusahaan kemudian properti.

Jadi, sektor migas lalu investasi-lah yang menimbulkan Brunei Darussalam memperoleh pendapatan. Besarnya pendapatan dari dua sektor inilah yang berdampak juga pada peningkatan Sultan Hassanal Bolkiah sebagai penguasa absolut di dalam Brunei Darussalam. 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *