Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Akan Sedikit Lebih Ketat di dalam Kuartal II-2024

Finansial18 Dilihat

Industri perbankan tampaknya akan melakukan kebijakan yang mana cukup ketat pada menyalurkan kreditnya. Meski begitu, perbankan tetap menunjukkan optimisme di menjalankan bisnisnya teristimewa di penyaluran kredit.

Laporan Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menyebut, penyaluran kredit pada kuartal II-2024 diperkirakan tetap meningkat meskipun tidaklah setinggi kuartal I-2024. 

Sejalan dengan itu kebijakan penyaluran kredit pada kuartal II 2024 diprakirakan sedikit lebih banyak ketat dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini sejalan dengan mayoritas aspek kebijakan penyaluran kredit perbankan, khususnya berkaitan dengan suku bunga kredit juga agunan. Sementara itu, jangka waktu kredit lalu persyaratan administrasi diprakirakan lebih besar longgar.

Kebijakan penyaluran kredit perbankan yang dimaksud lebih banyak ketat ini, terindikasi dari Ukuran Lending Standard (ILS) kuartal II 2024 yang dimaksud bernilai positif sebesar 0,3%. Standar penyaluran kredit yang digunakan lebih besar ketat yang dimaksud diprakirakan muncul pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali KPR/KPA.

Meski begitu hasil survei BI menyampaikan perbankan terus optimistis terhadap pertumbuhan kredit ke depan. Optimisme yang disebutkan antara lain didorong oleh prospek situasi moneter lalu ekonomi dan juga relatif terjaganya risiko di penyaluran kredit.

Dalam survei tersebut, responden (perbankan) memperkirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2024 terus tumbuh, meskipun tidak ada setinggi realisasi perkembangan kredit pada tahun 2023 lalu 2022 yang dimaksud masing-masing sebesar 10,4% (YoY) juga sebesar 11,4% (YoY). 

Hal ini terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT), dengan prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 57,6%, sedikit lebih lanjut rendah dibandingkan SBT 60,8% pada periode tiga bulan sebelumnya. 

Penyaluran kredit baru perbankan pada kuartal II-2024 masih sejenis dengan periode-periode sebelumnya, yaitu didorong oleh kredit modal kerja, disertai kredit investasi, lalu kredit konsumsi.

Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) masih bermetamorfosis menjadi prioritas utama, dihadiri oleh Kredit Multiguna kemudian Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). 

Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada kuartal II 2024 terbesar pada sektor Industri Pengolahan, sektor Perdagangan Besar lalu Eceran, juga sektor Perantara Keuangan.

Adapun periode tiga bulan pertama sebelumnya, Survei Lembaga Keuangan yang dimaksud dilaksanakan Bank Nusantara mengindikasikan penyaluran kredit baru pada kuartal I 2024 berkembang positif walau tak setinggi perkembangan pada periode sebelumnya sesuai dengan pola historisnya. Hal ini tecermin dari nilai SBT penyaluran kredit baru kuartal I 2024 sebesar 60,8%, tambahan rendah dari 96,1%, pada kuartal sebelumnya.

Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit baru pada seluruh jenis kredit terindikasi lebih banyak rendah dibandingkan periode sebelumnya, baik pada kredit modal kerja (SBT 68,2%), kredit penanaman modal (SBT 21,9%), maupun kredit konsumsi (SBT 72,9%).

Berdasarkan jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit baru yang mana melambat juga muncul pada seluruh jenis kredit. Secara sektoral, peningkatan penyaluran kredit baru tertinggi muncul pada sektor Listrik, Gas, lalu Air dengan SBT 49,8%, disertai sektor Jasa Aspek Kesehatan & Pertemuan Sosial dengan SBT 42,4%, juga sektor Jasa Perorangan yang tersebut Melayani Rumah Tangga dengan SBT 23,5%.



Artikel ini disadur dari Survei BI: Penyaluran Kredit Perbankan Akan Sedikit Lebih Ketat di Kuartal II-2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *