Syarat lalu Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan 2024 Lewat Lapak Asik

Finansial44 Dilihat

IDN Bisnis Cara klaim Garansi Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan bisa saja dijalankan secara online. Cara klaim JHT lewat Lapak Asik pun mampu disimak di dalam sini. 

Jaminan Hari Tua (JHT) adalah kegiatan proteksi yang digunakan diselenggarakan dengan tujuan untuk menjamin agar kontestan menerima uang tunai apabila memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. 

Ada beberapa orang aturan untuk klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan secara online. Lalu, apa hanya aturan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan lalu bagaimana cara klaim JHT lewat Lapak Asik? 

Syarat klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan 

Berikut aturan mengajukan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan seperti dirangkum dari akun Instagram resmi BPJS Ketenagakerjaan:

  • Usia Pensiun 56 Tahun
  • Usia Pensiun Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Perusahaan
  • Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
  • Berhenti perniagaan Bukan Penerima Upah (BPU)
  • Mengundurkan diri
  • Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
  • Meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya
  • Cacat total tetap
  • Meninggal dunia
  • Klaim Sebagian Pemastian Hari Tua (JHT) 10%
  • Klaim Sebagian Keamanan Hari Tua (JHT) 30%
  • Meninggalkan wilayah NKRI untuk selamanya (baik WNI atau WNA).

Dokuman untuk persyaratan klaim JHT lewat Lapak Asik

1. Usia pensiun 56 tahun 

Berikut dokumen yang tersebut harus disiapkan sebagai persyaratan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan:

  • Kartu Partisipan BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti identitas lainnya
  • NPWP (bagi partisipan dengan keseimbangan lebih tinggi dari 50 jt atau partisipan yang tersebut sudah pernah mengajukan klaim sebagian)

2. Usia pensiun PKB Perusahaan 

Sementara itu, persyaratan klaim JHT untuk usia pensiun PKB Organisasi adalah sebagai berikut: 

  • Kartu Audien BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti identitas lainnya
  • NPWP (bagi kontestan dengan jumlah lebih banyak dari 50 jt atau kontestan yang tersebut telah dilakukan mengajukan klaim sebagian)

3. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

Syarat klaim JHT untuk perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) adalah sebagai berikut: 

  • Kartu Partisipan BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti identitas lainnya
  • NPWP (bagi partisipan dengan jumlah lebih tinggi dari 50 jt atau partisipan yang digunakan sudah mengajukan klaim sebagian)

4. Berhenti Usaha Bukan Penerima Upah (BPU)

Syarat klaim JHT untuk Berhenti Usaha Bukan Penerima Upah (BPU) adalah sebagai berikut: 

  • Kartu Audien BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti identitas lainnya
  • NPWP (bagi kontestan dengan nilai tambahan dari 50 jt atau partisipan yang tersebut sudah pernah mengajukan klaim sebagian)

5. Mengundurkan diri 

Peserta berstatus tidaklah berpartisipasi bekerja pada mana pun dapat mengajukan klaim dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:

  • Kartu Partisipan BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti identitas lainnya
  • Keterangan Pengunduran diri dari Pemberi Kerja
  • NPWP (bagi kontestan dengan nilai lebih banyak dari 50 jt atau partisipan yang digunakan telah lama mengajukan klaim sebagian)

6. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Dokumen persyaratan klaim JHT untuk korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) antara lain:

  • Kartu Audien BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti identitas lainnya
  • NPWP (bagi kontestan dengan nilai lebih tinggi dari 50 jt atau partisipan yang mana telah dilakukan mengajukan klaim sebagian)

Bukti pemutusan hubungan kerja dalam bentuk (pilih salah satu) :

  • Tanda terima laporan pemutusan hubungan kerja dari instansi yang mana menyelenggarakan urusan pemerintahan di area bidang ketenagakerjaan,
  • Surat laporan pemutusan hubungan kerja dari pemberi kerja untuk instansi yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di tempat bidang ketenagakerjaan,
  • Pemberitahuan pemutusan hubungan kerja dari pemberi kerja lalu pernyataan tidak ada menolak PHK dari pekerja,
  • Perjanjian bersatu yang digunakan ditandatangani oleh pelaku bisnis juga pekerja/buruh, atau
  • Petikan atau putusan pengadilan hubungan industrial.

7. Meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya 

Dokumen persyaratan klaim JHT jikalau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya antara lain:

  • Kartu Anggota BPJS Ketenagakerjaan
  • Paspor atau bukti identitas lainnya
  • Surat pernyataan bukan bekerja lagi dalam Indonesia
  • NPWP (bagi kontestan dengan sisa lebih tinggi dari 50 jt atau partisipan yang mana telah lama mengajukan klaim sebagian)

8. Cacat total tetap 

Dokumen aturan klaim JHT untuk cacat total tetap saja antara lain:

  • Kartu Audien BPJS Ketenagakerjaan
  • Surat keterangan dari dokter pemeriksa dan/ atau dokter penasihat yang mana menyatakan cacat total tetap
  • NPWP (bagi kontestan dengan keseimbangan tambahan dari 50 jt atau partisipan yang mana sudah pernah mengajukan klaim sebagian)

9. Meninggal dunia 

Dokumen persyaratan klaim JHT untuk meninggal dunia:

  • Kartu Partisipan BPJS Ketenagakerjaan
  • Surat keterangan kematian dari dokter atau pejabat yang mana berwenang atau akta kematian
  • Surat keterangan ahli waris dari pejabat yang dimaksud berwenang atau surat penetapan ahli waris dari pengadilan atau surat keterangan ahli waris dari kantor perwakilan negara tempat Anggota berasal
  • KTP atau Paspor (ahli waris WNA) atau bukti identitas lainnya dari ahli waris/penerima wasiat/ Pengampu
  • Akta kelahiran anak (khusus ahli waris anak WNI)
  • Keterangan perwalian anak dari Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri (khusus ahli waris adalah pengampu juga anak WNI)
  • Surat wasiat (khusus bila dibayarkan ke penerima wasiat)
  • Surat keterangan gangguan kejiwaan dari instansi kemampuan fisik (khusus bila JHT diberikan untuk Pengampu)
  • NPWP (bagi kontestan dengan keseimbangan lebih lanjut dari 50 jt atau partisipan yang dimaksud telah lama mengajukan klaim sebagian)

10. Klaim sebagian Garansi Hari Tua (JHT) 10%

Dokumen ketentuan klaim sebagian Keamanan Hari Tua (JHT) 10%:

  • Kartu Anggota BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti identitas lainnya
  • NPWP (bagi kontestan dengan sisa tambahan dari 50 jt atau partisipan yang dimaksud sudah mengajukan klaim sebagian)

Catatan: Pengambilan JHT sebagian, berpotensi menyebabkan terjadinya pajak progresif pada pengambilan JHT berikutnya apabila jarak pengambilan tambahan dari 2 tahun.

11. Klaim sebagian Keamanan Hari Tua (JHT) 30%

Syarat Klaim JHT Sebagian maksimal 30% untuk pengambilan rumah secara cash:

  • Kartu Audien BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti identitas lainnya
  • Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atau AJB (Akta Jual Beli)
  • NPWP (apabila ada juga bagi partisipan yang tersebut jumlah JHT nya tambahan 50 juta)

Syarat Klaim JHT Sebagian maksimal 30% untuk pengambilan rumah secara kredit:

  • Kartu Partisipan BPJS Ketenagakerjaan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti identitas lainnya
  • NPWP (apabila ada kemudian bagi partisipan yang nilai JHT-nya lebih lanjut 50 juta)

Dokumen perbankan berdasarkan peruntukan sebagaimana berikut:

  • Pembayaran uang muka pinjaman Rumah berupa: fotokopi perjanjian pinjaman Rumah atau Surat Penawaran Pemberian Kredit fotokopi Standing Instruction juga nomor account Partisipan pada Bank pengajuan kredit
  • Pembayaran cicilan atau angsuran pinjaman Rumah: fotokopi perjanjian pinjaman Rumah, surat keterangan baki debet atau sisa pinjaman Peserta, fotokopi Standing Instruction lalu nomor lalu tabungan Anggota pada Bank pengajuan kredit
  • Pelunasan sisa pinjaman Rumah berupa: fotokopi perjanjian pinjaman Rumah, formulir pelunasan pinjaman Rumah, surat keterangan baki debet atau sisa pinjaman Peserta, fotokopi Standing Instruction lalu tabungan Anggota pada Bank pengajuan kredit

Dalam hal pembelian Rumah menghadapi nama pasangan (suami/istri) peserta, maka kontestan melampirkan dokumen pendukung berupa:

  • KTP pasangan atau KK; dan
  • Surat pernyataan yang tersebut menyatakan bahwa Rumah atau Apartemen yang digunakan dibeli melawan nama pasangan sah peserta.

Cara klaim JHT lewat Lapak Asik

Dikutip dari akun Instagram resmi BPJS Ketenagakerjaan, berikut cara klaim JHT lewat Lapak Asik:

  • Kunjungi Portal Layanan dalam Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan melalui link berikut ini. 
  • Isi data diri merupakan NIK, nama lengkap, kemudian nomor kepesertaan
  • Unggah semua dokumen persyaratan juga foto diri terbaru tampak depan dengan jenis file JPG/JPEG/PNG/PDF maksimal ukuran file adalah 6 MB
  • Saat mendapat konfirmasi data pengajuan, klik simpan
  • Selanjutnya, Anda akan mendapat mendapat jadwal wawancara online yang digunakan dikirimkan melalui email. 
  • Lalu, Anda akan dihubungi oleh petugas untuk verifikasi data melalui wawancara via video call
  • Setelah proses selesai, keseimbangan JHT akan dikirimkan ke akun yang digunakan telah dilakukan dilampirkan di dalam formulir

Pengecekan status klaim 

Sementara itu, pengecekan status klaim JHT lewat Lapak Asik dapat dijalankan dengan cara sebagai berikut:

Demikian cara klaim JHT lewat Lapak Asik secara online serta persyaratan dokumen yang perlu dipenuhi oleh kontestan BPJS Ketenagakerjaan.



Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *