Tak Punya Pengendali serta Terancam Delisting, Bursa Sorot Emiten Ini adalah

Market10 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Emiten PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) masih belum juga menentukan pihak yang dimaksud menjadi pengendali pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Emiten yang disebutkan 99,99% sahamnya dipegang oleh publik.

Direktur Penilaian Organisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, pada aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait bursa modal, perusahaan menentukan pengendali yang tersebut menentukan arah kebijakan perusahaan.

“Pengendali tentu penting. Pengendali yang tersebut menentukan arah kebijakan perusahaan. Ada peraturan yang mana mengamanatkan bahwa kewajiban perusahaan untuk menentukan siapa pengendali,” kata Nyoman ketika ditemui di area Gedung BEI, Kamis (18/1).

Nyoman menuturkan, di menangani persoalan hukum HKMU, BEI melakukan beberapa hal sebagai pengamanan investor, Ia mewajibkan perseroan dapat memenuhi ketentuan yang tersebut ada kemudian menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan operasional berjalan.

Selain itu, lanjutnya, BEI juga melakukan kunjungan termasuk memverifikasi eksistensi perusahaan termasuk pengendali. Menurutnya, peran pengendali sebagai penentu arah kebijakan tercermin pada jajaran direksi serta komisaris yang digunakan menjamin operasional perusahaan masih berjalan.

Sebagai informasi, aturan mengenai penentuan pengendali tertera di POJK.04/2021 Tentang Penyelenggaraan Acara di area Lingkup Pasar Modal pasal 85 ayat 1 yang mana berbunyi bahwa perusahaan terbuka wajib menetapkan pihak yang dimaksud menjadi pengendali dari perusahaan terbuka yang dimaksud dan juga melaporkannya untuk Otoritas Jasa Keuangan.

Adapun sebelumnya, Bursa juga sudah pernah mengumumkan peluang delisting HKMU. Mengutip keterbukaan informasi BEI, hal yang disebutkan berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia (Bursa) No. Peng-SPT-00005/BEI.PP1/07-2023, Peng-SPT-00013/BEI.PP2/07-2023, Peng-SPT-00008/BEI.PP3/07-2023 tanggal 3 Juli 2023 perihal Penyampaian Laporan Keuangan Auditan yang dimaksud Berakhir per 31 Desember 2022.

Selain itu tentang peraturan bursa No. I-I tentang penghapusan pencatatan (delisting) serta pencatatan kembali (relisting) saham pada bursa, Pihak bursa dapat menghapus saham emiten tersebut, apabila mengalami kondisi, atau peristiwa, yang digunakan secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan bisnis emiten, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status emiten sebagai perusahaan terbuka, lalu perusahaan tercatat tak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang digunakan memadai.

Selain itu jikalau saham perusahaan tercatat yang tersebut akibat suspensi pada pangsa reguler kemudian pangsa tunai, semata-mata diperdagangkan di dalam lingkungan ekonomi negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

“Sehubungan dengan hal yang disebutkan pada atas, maka dapat kami komunikasikan bahwa saham PT HK Metals Utama Tbk. (Perseroan) telah lama disuspensi pada pangsa reguler juga lingkungan ekonomi tunai selama 6 bulan serta masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada tanggal 3 Juli 2025,” tulis manajemen, Kamis (4/1).

Tercatat, pemegang saham HKMU di area antaranya, penduduk yang dimaksud menggenggam 99,90% saham atau sebanyak 3,21 miliar saham. Sementara pemegang saham lain yaitu Rudi Ramdhani Firmansyah sebagai pengendali yang digunakan belaka memiliki 0,10% saham atau sebanyak 3,20 jt saham.

HKMU juga terafiliasi dengan artis Ricky Harun. Ricky Chilnady Pratama atau Ricky Harun tercatat menjabat sebagai salah satu komisaris HKMU.

Artikel Selanjutnya Cek! Ada Dua Emiten Terancam Ditendang Bursa

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *