Top 3 Tekno: Aktivitas Perusahaan Sukanto Tanoto di area IKN, Deforestasi Kalimantan, Bencana Akibat Penggundulan Hutan

Techno6 Dilihat

IDN Bisnis Jakarta – Top 3 Tekno Berita Hari Hal ini diisi tiga artikel yang berkaitan dengan pengembangan Ibu Perkotaan Nusantara (IKN) di area Kalmantan Timur. Berita terpopuler pertama mendiskusikan hilangnya tutupan alam akibat perkembangan Pusat Kota Nusantara lantaran izin ekstraktif yang tersebut diobral pemerintah.  Salah satu perizinan dinikmati PT Itci Hutani Manunggal, anak usaha Royal Golden Eagle (RGE) milik taipan Sukanto Tanoto melalui Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL) Group. Korporasi yang dimaksud memegang izin 161.127 hektare untuk menginvestasikan eukaliptus kemudian akasia pada wilayah IKN.

Artikel kedua mengenai perhatiani beberapa jumlah lembaga terhadap deforestasi yang digunakan timbul selama pengerjaan IKN. Badan Penelitian dan juga Inovasi Nasional (BRIN), contohnya, mendeteksi kekeringan ekstrem pada Kalimantan hingga 2033. Greenpeace juga menyatakan sebagian besar hutan dan juga tempat aliran sungai (DAS) dalam Pulau Kalimantan telah lama rusak

Ulasan berita ketiga berkaitan dengan sinyal kehancuran alam di area Kalimantan Timur yang digunakan ditengarai muncul akibat proses pembuatan besar-besaran di tempat zona inti IKN. Contoh bahala yang tersebut menonjol dalam sana adalah banjir besar pada Mei 2023 yang tersebut merendam mayoritas wilayah Kota Penajam Paser Utara, area berdirinya ibu kota negara yang baru. Perubahan kondisi alam itu terpantau oleh Badan Penerbangan serta Antariksa Amerika Serikat (NASA), dan juga Nusantara Atlas.

1. Ada Perusahaan Sukanto Tanoto Panen Kayu di tempat Kawasan Inti IKN

Ketua Tim Pengkampanye Hutan Greenpeace Southeast Asia-Indonesia Arie Rompas menilai sisa hutan alam dalam Kalimantan akan semakin tergerus di area berada dalam upaya pengunduran modal kemudian dorongan migrasi penduduk ke IKN. “Kami mengamati akan ada ancaman deforestasi pada 32.481 hektare hutan alam yang tersebut masih tersisa dalam IKN,” ucap Arie Rompas yang akrab disapa Rio tersebut.

Greenpeace mencatatkan data hilangnya tutupan hutan seluas 55,1 ribu hektare dalam Kutai Kertanegara dan juga Penajam Paser Utara—dua kabupaten yang tersebut menjadi lokasi IKN—pada 2001-2020. Kondisi itu menciptakan 49,15 jt ton emisi karbondioksida.

Menurut dia, tutupan hutan alam berkurang oleh sebab itu masifnya izin ekstraktif yang dimaksud sebelumnya diobral pemerintah. Salah satu pemegan izin itu adalah PT Itci Hutani Manunggal, anak perniagaan Royal Golden Eagle (RGE) atau korporasi taipan Sukanto Tanoto, melalui Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL) Group. Organisasi yang dimaksud memegang izin 161.127 hektare untuk menginvestasikan eukaliptus kemudian akasia di area wilayah Ibu Daerah Perkotaan Nusantara.

Pada 2011-2020, dari catatan Rio, aktivitas Itci Hutani Manunggal menciptakan deforestasi hutan alam. Organisasi terlibat memanen kayu akasia lalu eukaliptus bagaimanapun juga pemerintah sudah ada memasukkan wilayah konsesinya sebagai ibu kota. Kementerian Lingkungan Hidup juga Kehutanan (KLHK) pun sebenarnya telah mencabut sebagian izin korporasi yang dimaksud untuk keperluan IKN.

2. Temuan Kajian BRIN, Greenpeace, dan juga Walhi Soal Deforestasi Kalimantan: Parah Akibat IKN?

Pembangunan IKN terus disoroti oleh beberapa orang lembaga penelitian. Alasannya adalah dampak deforestasi yang digunakan terjadi selama pembangunan Perkotaan Nusantara.  Dengan kondisi tersebut, inovasi iklim kemudian pemanasan global diprediksi akan berdampak parah di dalam Pulau Kalimantan.

Peneliti dari BRIN mengeluarkan kajian ihwal prospek kekeringan ekstrem di area sebagian besar Pulau Kalimantan hingga 2033. Wilayah yang paling terdampak risiko yang dimaksud adalah Kalimantan Timur yang menjadi lokasi berdirinya IKN.

Tim Greenpeace juga telah lama memantau jejak deforestasi di dalam Borneo—julukan Kalimantan. Karena pembabatan hutan, fungsi DAS juga terkendala, bahkan rusak. “Mayoritas hutan di dalam sana sudah ada habis dibabat untuk pertambangan batu bara,” kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik.

Hutan yang tersebut sebelumnya digundulkan untuk berdirinya lapangan usaha proyek itu tak akan mampu lagi bertambah dengan cepat. Upaya reklamasi yang digunakan diklaim sebagai solusi pun, menurut Iqbal, tampak sia-sia untuk waktu dekat.

3. Informasi Kemungkinan Bencana Tersebab Penggundulan Hutan IKN

Kecamatan Sepaku—bagian dari kawasan inti IKN—sudah sejak jauh-jauh hari mengirim peringatan tegas dini dampak penggangsiran lahan. Tanda alam yang tersebut muncul, salah satunya dalam bentuk banjir besar pada Mei 2023 yang dimaksud merendam hampir seluruh wilayah di tempat Daerah Penajam Paser Utara.

Belakangan, peringatan keras yang dimaksud digambarkan oleh NASA melalui deteksi potret penggangsiran lahan di tempat kawasan inti. Nusantara Atlas, geo-platform independen milik The TreeMap—sebuah perusahaan teknologi yang tersebut berbasis di dalam Prancis—turut merekam laju proyek konstruksi besar-besaran di area zona inti ibu kota sejak 2022.

Yayasan Auriga Nusantara sempat menunjukkan data kehancuran daya mendukung empat DAS di area wilayah inti. Di antaranya pada DAS Pemaluan seluas 601 hektare; Sei Sepaku 1.877 hektare; DAS Sungai Semuntai 1.847 hektare; juga pada DAS Trunen yang digunakan mempunyai luasan 2.338 hektare.

Pemerintah memproyeksikan total luas daratan IKN akan datang mencapai 252.600 hektare ditambah 69.769 hektare wilayah lautan. Pada wilayah daratan, dia membagi di beberapa kawasan. Di antaranya terdapat Wilayah Perencanaan-Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (WP-KIPP) seluas 6.671 hektare.

Pilihan Editor: Banjir Melanda Tiga Distrik pada Jayapura. Imbas Drainase yang tersebut Tersumbat

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *