XL Axiata siapkan jaringan 4G sukseskan World Water Pertemuan ke-10 di dalam Bali

Bisnis28 Dilihat

Ibukota – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memverifikasi kesiapan jaringan 4G miliknya guna mensukseskan acara internasional dalam event World Water Pertemuan (WWF) ke-10, yang dimaksud berlangsung pada 18-25 Mei 2024 pada Nusa Dua, Bali.

Berbagai persiapan pada lapangan sudah pernah tuntas, mulai dari peningkatan kapasitas sampai dengan optimalisasi jaringan layanan data pada berubah-ubah venue event WWF, antara lain Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali International Convention Center (BICC), Bali Collection.

Juga di Tsunami Shelter Plaza (Kuta), Museum Pasifika, Kura-kura Bali, Garuda Wisnu Kencana (GWK) kemudian Pantai Melasti Untuk pengamanan selama turnamen internasional ini, XL Axiata juga bekerjasama dengan Polri di penyediaan jaringan data untuk pemanfaatan Body Worn Camera.

“Saat ini jaringan 4G XL Axiata telah terjadi siap sepenuhnya menyokong penyelenggaraan World Water Pertemuan ke-10, sekaligus lebih besar mengenalkan layanan akses data dengan teknologi terkini untuk masyarakat, di antaranya para tamu asing yang mana hadir," kata Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa di keterangan pada Jakarta, Sabtu.

Untuk jaringan 4G, XL Axiata telah lama menguatkan dalam sekitar seluruh area penyelenggaraan WWF Bali, dengan total lebih tinggi dari 865 BTS 4G. Sebanyak 1 mobile BTS 4G juga disiapkan untuk meyakinkan kualitas di dalam semua area yang digunakan melayani keperluan WWF.

Khusus dalam area Nusa Dua terdapat 85 BTS 4G lalu Kuta 365 BTS. Pihaknya juga secara khusus meyakinkan kualitas jaringan data ke beberapa kawasan wisata yang juga disiapkan menyangga kegiatan prestisius ini, antara lain Sanur 95 BTS, Ubud 88 BTS, Kintamani 80 BTS, Seminyak 98 BTS, Jimbaran 198 BTS, Canggu 48 BTS, dan juga Nusa Penida 45 BTS. Untuk menopang keperluan Denpasar sebagai kota terbesar dan juga teramai, pihaknya mengoperasikan lebih besar dari 881 BTS.

Sementara itu, untuk Bandara Internasional Ngurah Rai, perseroan telah dilakukan siap dengan 23 BTS 4G, Pelabuhan Tanjung Benoa 10 BTS 4G, dan juga Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk 7 BTS 4G. Perkuatan jaringan juga dikerjakan di sepanjang jalur arteri dan juga tol menuju Nusa Dua.

Saat ini jaringan XL Axiata untuk area seluruh Bali ditopang lebih besar dari 5.800 BTS, dengan mayoritas merupakan BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, juga pihaknya terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan juga beraneka upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan juga kualitas layanan seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data.

Selain mempersiapkan jaringan data, perusahaan juga menghadirkan beragam item untuk menunjang pengalaman digital para perwakilan delegasi WWF, antara lain starter pack dengan kuota yang tersebut besar mulai 10GB – 104GB yang digunakan bisa saja didapatkan dalam seluruh outlet yang mana ada di Denpasar kemudian sekitarnya.

Kamera untuk pengamanan
PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui XL Axiata Business Solutions (XLABS) kemudian Kepolisian Negara Republik Indonesi (Polri) berkolaborasi di menggalang pengamanan WWF ke-10 Bali dengan penggunaan Body Worn Camera. Bekerjasama yang dimaksud dilaksanakan perseroan adalah dengan menyediakan jaringan 4G yang dimaksud prima juga simcard yang tersebut dipakai dalam dalam device Body Worn Camera. Bekerjasama ini merupakan salah satu komitmen perusahaan menggalang pemerintah pada mensukseskan acara internasional.

Direktur & Chief Enterprise Business & Corporate Affairs Officer, Yessie D. Yosetya mengatakan, “Suatu kebanggaan bagi XL Axiata melalui XL Axiata Business Solution (XLABS) bisa jadi mengambil bagian berpartisipasi membantu pengamanan event World Water Wadah (WWF) di dalam Bali. Dengan jangkauan jaringan yang tersebut dimiliki perusahaan di dalam Bali ditambah dengan peningkatan kapasitas dan juga optimalisasi jaringan layanan data, pihaknya akan merawat kualitas jaringan selama WWF.

Body Worn Camera yang tersebut dipakai oleh Polri serta team pengamanan WWF ini dalam bentuk kamera yang digunakan menempel pada jaket atau rompi. Body Worn Camera dipakai oleh grup pengamanan, yang dimaksud tersebar dalam area-area utama, antara lain Bandara Internasional Ngurah Rai, ITDC Area, lalu GWK Area

Dikatakan Body Worn Camera ini merupakan kamera pengawas yang mempunyai banyak ciri selain merekam aktifitas. Kamera ini miliki memori 32 GB yang digunakan bisa jadi merekam nonstop selama 20 jam, kapasitas penyimpan daya sampai 8 jam nonstop, Global Positioning System (GPS), sanggup untuk live streaming serta terhubung ke anggota command center dengan menggunakan koneksi jaringan XL Axiata 4G.

Kamera yang disebutkan dilengkapi ciri inframerah, berguna merekam situasi lapangan ketika waktu malam hari. Ada pula layanan tombol darurat (panic button) yang digunakan bisa saja digunakan tenaga pada waktu situasi darurat. Saat tombol yang disebutkan ditekan, maka alarm akan berbunyi di command center juga kamera yang disebutkan secara otomatis mengirim koordinat tenaga yang menekan panic button. Body worn camera ini dipakai oleh tenaga Korlantas, Brimob, Divisi TIK Polri kemudian Densus 88 pada ketika pengamanan WWF.

 

Artikel ini disadur dari XL Axiata siapkan jaringan 4G sukseskan World Water Forum ke-10 di Bali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *